Din Syamsuddin Sebut Ma’ruf Amin Pilihan Logis Jokowi

0
542
Ma'ruf Amin.
Ma'ruf Amin.

JAKARTA, Nawacita — Guru besar pemikiran politik Islam Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) UIN Jakarta, Din Syamsuddin menilai, sangat logis jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin untuk membendung isu anti-Islam yang selalu disematkan kepada Jokowi. Ma’ruf akan menjadi cawapres Jokowi pada Pilpres 2019.

“Sebagai guru besar politik Islam, saya kira sangat logis, wajar kalau ada alasan tadi itu (Dipilihnya Kiai Ma’ruf untuk menghilangkan isu anti-Islam Jokowi),” ujar Din saat ditanya wartawan usai konferensi pers tentang World Peace Forum (WPF) ketujuh di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (13/8).

Kendati demikian, Din mengaku tidak tahu persis alasan Jokowi akhirnya memilih Kiai Ma’ruf sebagai pendampingnya untuk maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. “Mungkin saya tidak tahu persis harus tanya ke Pak Jokowi, bahwa dalam memilih tokoh NU atau Rais Aam Syuriah NU itu tentu ada terkandung hal positif,” ucapnya.

Din mengatakan, bahwa dipilihnya KH Ma’ruf sebagai cawapres Jokowi bisa jadi dikarenakan partai pendukung Jokowi menyadari untuk mengakomodasi kalangan Islam. Menurut dia, jika hal itu menjadi alasannya maka juga merupakan langkah yang positif.

“Berarti Jokowi dan partai-partai pendukungnya mungkin menyadari bahwa ada keperluan untuk mengakomodasi kalangan Islam. Itu artinya positif jangan dilihat sebagai sesuatu yaang negatif. Bahkan sejalan dengan saran saya tadi supaya menampung,” kata Mantan Ketum MUI ini.

Selain itu, tambah Din, bisa jadi juga Jokowi sengaja menggandeng Kiai Ma’ruf karena rival politiknya, Prabowo Subianto sebelumnya juga akan mengambil tokoh ulama seperti Habib Salim Segaf maupun Ustadz Abdul Somad (UAS). Walaupun, Prabowo akhirnya memilih Sandiaga Uno.

“Kadi kalau kemudian akhirnya memlih Kiai Ma’ruf dengan alasan itu ya secara politik sah-saja saja,” kata Mantan Ketum PP Muhammadiyah ini.

Sebagai cawapres Jokowi, Ma’ruf pekan lalu menyatakan, ke depannya ia harus membangun sinergitas antarsesama bangsa. Sehingga, tidak terjadi perpecahan akibat pilpres.

“Ya itu tadi kita harus membangin sinergitas seluruh bangsa. Kita harus paham bahwa kita punya landasan negara yang kuat yang merupakan kesepakatan. Tidak boleh ada saling (serang) antara kelompok satu dan kelompok lain karena kita sudah sepakat, harus hidup berdampingan satu sama lain,” kata Ma’ruf.

repblk

LEAVE A REPLY