Enam Perusahaan Incar IUPK Lahan Pertambangan Baru

0
533
Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAKARTA, Nawacita — Pemerintah berencana melelang lahan tambang baru yang memiliki status IUPK. Enam lahan tambang rencananya akan lebih dulu ditawarkan kepada BUMN dan BUMD yang berminat.

Batas waktu pengajuan minat bagi BUMN dan BUMD telah usai pada Selasa (17/7) kemarin. Enam lahan tambang yang dilelang oleh pemerintah tersebut terdiri dari lima tambang nikel dan satu tambang batu bara.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono, mengatakan sudah ada enam perusahaan BUMN dan BUMD yang menyatakan minat untuk mengelola lahan tambang baru tersebut. “Kurang lebih sudah ada enam perusahaan. Sekarang sedang kita evaluasi,” ujar Gatot di Kementerian ESDM, Rabu (18/7).

Gatot menjelaskan enam perusahaan tersebut tidak semua meminati semua lahan tambang yang ditawarkan pemerintah. Ia menjelaskan, ada dua lahan tambang yang diminati lebih dari satu BUMN.

Sayangnya, Gatot masih enggan merinci siapa saja perusahaan perusahaan plat merah tersebut yang tertarik untuk mengelola lahan tambang tersebut. Ia hanya mengisyaratkan satu BUMN, yaitu PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang meminati salah satu lahan tambang nikel.

“Antam yang nikel, yang lain saya belum bisa sebut,” ujar Gatot.

Saat ini kata Gatot, pemerintah lebih dulu akan mengevaluasi proposal pengajuan peminatan dari perusahaan plat merah tersebut. Jika memang ada yang menarik, pemerintah bisa langsung memberikan persetujuan.

Namun, jika tidak, kata Gatot, pemerintah bisa membuka mekanisme lelang terbuka. Enam lahan tambang tersebut antara lain:

 Tambang nikel di Latao, Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Luas 3,148 ha)

 Tambang nikel di Suasua, Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Luas 5,899 ha)

 Tambang nikel di Matarape, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Luas 1,681 ha)

 Tambang nikel di Kolonodale, Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah (Luas 1,193 ha)

 Tambang nikel di Bahodopi Utara, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah  (Luas 1,896 ha)

 Tambang batu bara di Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi (Luas 2,826 ha)

repblk

LEAVE A REPLY