Derita Warga Bekasi Kena Dampak One Way Arus Balik Tol Cikampek

0
245

Bekasi, Nawacita – Warga Bekasi, Jawa Barat meminta pemberlakuan one way arus balik di Tol Cikampek tidak sampai ke Jakarta. Sebab, dampak yang ditimbulkan sistem satu arah menuju Jakarta itu adalah kemacetan parah di jalur arteri.

Warga Jatiwaringin, Pondok Gede, Syahrul Syaleh, 30 tahun, mengaku terjebak kemacetan di tol dalam kota pada Senin malam, 18 Juni 2018. Jalur menuju ke Tol Cikampek arah Bekasi ditutup sejak Halim.

“Saya keluar jalur arteri, rupanya sudah macet parah,” kata Syahrul kepada Tempo, Rabu, 20 Juni 2018.

Ia mengatakan, waktu tempuh dari rumah kerabatnya di Kebon Jeruk ke Jatiwaringin biasanya hanya 45 menit. Namun, dampak one way di tol Jakarta-Cikampek membuat waktu tempuh hingga 3,5 jam.

“Saya berangkat jam 17.00, sampai rumah jam 20.30 WIB,” kata dia.

Jalur arteri Kalimalang adalah jalur alternatif di luar tol menuju ke Cikampek. Ketika one way diberlakukan dua kali pada Senin dan Selasa, jalur alternatif tersebut macet parah.

Walhasil, pada pemberlakuan one way pada Selasa malam akhirnya diperpendek hanya sampai Cikarang Utama. “Lalu lintas kendaraan di Jakarta sudah padat, kalau bisa cukup sampai di Cikarang,” kata dia.

Seorang driver ojek online, Ricky Riandi, terpaksa mencari jalur alternatif lain ketika one way pada Senin malam lalu. Awalnya, pria 35 tahun ini hendak menggunakan jalur Kalimalang dari Bekasi Timur ke Grand Wisata. “Saya lewat jalan Mustikasari, karena Kalimalang macet,” kata dia.

Di Tol JORR sempat terjadi penumpukan kendaraan menuju ke Tol Jakarta-Cikampek. Mobil yang terjebak di sana terpaksa “menginap” di jalan tol hingga lebih dari lima jam menunggu one way arus balik ke Jakarta dicabut. Sampah bungkus makanan dan minuman pun berserakan di pinggir jalan.

tempo

LEAVE A REPLY