Kritik Jokowi Dosen Diperiksa Polisi

0
265
Presiden RI Jokowidodo Saat membagikan Paket Sembako Kepada Warga
Presiden RI Jokowidodo Saat membagikan Paket Sembako Kepada Warga

Jakarta, Nawacita – Anggota DPD RI, Basri Salama, menyesalkan tanggapan berlebihan dari kepolisian yang memeriksa Dosen di Maluku Utara hanya karena mengkritik cara Presiden Joko Widodo dalam membagi-bagikan sembako di media sosial miliknya.

“Jangan kita bungkam mulut rakyat dengan cara-cara otoriter. Ini tidak baik bagi keberlanjutan demokrasi,” kesal Basri Kepada Wartawan di Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Menurut Senator asal Maluku Utara ini, kritik yang dilakukan oleh Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara, Hasby Yusuf, melalui akun twiternya tentang Presiden RI, mestinya tidak ditanggapi berlebihan oleh aparat penegak Hukum.”Jika kritik seperti itu dijadikan sebagai dasar penetapan tersangka terhadap Saudara Hasby Yusup, maka ini sudah keterlaluan. Saya kira apa yang disampaikan itu, hanya suara-suara rakyat yang menghendaki pemimpinnya tertib dalam menempatkan posisinya sebagai kepala negara,” kata Basri Salama.

Ia melanjutkan, bagi Hasby Yusuf, masih banyak hal besar yang harus dilakukan oleh seorang kepala negara yang dikenal sebagai seorang pekerja keras.”Jadi biarkan saja dia melakukan kerja besar dalam menyelesaikan problem rakyat. Pekerjaan yang sederhana (bagi-bagi sembako misalnya, red) diserahkan saja tupoksinya pada aparat dibawahnya,” kata Basri. Ditambahkannya, jika cara-cara seperti yang dilakukan oleh aparat kepada Hasby ini hanya karena kritiknya kepada Presiden, maka sesungguhnya Indonesia sedang bernostalgia dengan Orde Baru.”Saya termasuk pengagum Jokowi. Saya yakin dengan benar bahwa Presiden kita ini bukanlah orang yang anti kritik. Ini tahun politik, mestinya aparat negara kita, menjaga proses demokrasi ini berjalan tanpa kegaduhan,” kata Basri Salama. Kritik-kritik dari rakyat tidak boleh direspon dengan proses hukum. “Lain hal jika itu sifatnya penghinaan terhadap simbol negara,” tambah Basri Salama.

rls

 

 

LEAVE A REPLY