Jelang Vonis Setnov, KPK Yakin Hakim Jatuhkan Hukuman Sesuai Tuntutan

0
387
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo

Jakarta, Nawacita – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) DKI Jakarta mengagendakan sidang putusan atau vonis terhadap terdakwa kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, Setya Novanto (Setnov), pada Selasa 24 April 2018.

Terkait hal itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo meyakini majelis hakim bisa menerima hukuman 16 tahun terhadap Setya Novanto. “Insya Allah (tuntutan dikabulkan),” ujar Agus di Gedung DPR/MPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (23/4/2018).

Ia menerangkan, pihak KPK merasa optimis lantaran terungkapnya sejumlah kesalahan mantan Ketua DPR RI itu saat di persidangan. Sehingga, sambung dia, Setnov tidaklah tepat untuk mendapatkan status justice collaborator (JC).

“Ya dihukum yang proporsional, karena Beliau juga ada salahnya. Pasti mencoba minta JC, sepertinya kita enggak sepakat kalau Beliau mendapat JC. Kan terungkap di peradilan mengenai kesalahan-kesalahan Beliau,” terangnya.

Agus juga menegaskan bahwa lembaga antirasuah bakal terus mengungkap kasus korupsi pengadaan e-KTP yang telah merugikan negara mencapai triliunan rupiah.

“Kalau memang ada yang harus ditindaklanjuti, ya ditindaklanjuti,” tegas dia.

Sebagaimana diungkapkan Ketua Majelis Hakim Yanto, Pengadilan Tipikor DKI Jakarta besok menggelar sidang putusan untuk terdakwa Setya Novanto (Setnov) terkait perkara korupsi proyek e-KTP.

‎”Putusan tanggal 24 (April) ya, karena Kamis ada kegiatan. Kamis mepet, harus pertimbangkan tuntutan pleidoi. (Tanggal) 24 hari Selasa‎,” kata Ketua Majelis Hakim Yanto sebelum menutup sidang pleidoi Setnov di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat 13 April.

oke

 

 

LEAVE A REPLY