Penganut Teori Bumi Datar Terbang Pakai Roket Buatan Sendiri, Lalu Ini yang Terjadi…

0
257
Mike Hughes
Mike Hughes

California, Nawacita  Seorang laki-laki penganut teori Bumi Datar atau Flat Earth menerbangkan dirinya sendiri sejauh 1.875 kaki atau 571 meter ke udara dengan roket buatannya sendiri.

Pria bernama Mike Hughes ini ingin membuktikan bahwa dunia berbentuk seperti Frisbee, alat berbentuk pipih yang digunakan dalam permainan cakram terbang.

Mike, yang dijuluki Si Gila (Mad) dan disamakan dengan tokoh kartun Wile E. Coyote, menjalankan aksinya seorang diri pada hari Sabtu, 24 Maret 2018, di dekat Amboy, California, dan mendarat dengan tak sempurna di Gurun Mojave.

Meski ia mengaku baik-baik saja setelah pendaratan kacau tersebut, sopir limo berusia 61 tahun itu nyatanya mengalami cedera ringan di punggungnya. Setelah diperiksa petugas medis, Mike pun menjelaskan alasannya melakukan peluncuran itu.

“Saya bosan mendengar ucapan orang-orang yang menganggap saya ketakutan dan tidak bisa membuat roket,” katanya setelah diperiksa oleh paramedis, seperti dikutip dari The Independent, Minggu 25 Maret 2018.

“Saya lelah dengan semua itu, makanya saya mulai mewujudkannya.”

Mike menceritakan, ia memperbaiki roket buatannya yang gagal meluncur pada 2014 lalu di garasi pribadinya selama berbulan-bulan, dan mendapat izin dari Albert Okura, pemilik tempat wisata Amboy yang berada di Marble Mountains.

Penganut Bumi Datar ini mengubah sebuah mobil menjadi roket berbentuk seperti pensil dan diluncurkan dari sudut vertikal, sehingga benda tersebut tidak akan jatuh ke tanah atau mendarat darurat di lahan publik.

Namun satu hal yang tidak bisa dibaca oleh Mike, yakni cuaca. Saat ia mencoba roketnya, ternyata angin bertiup kencang dan roketnya mendadak kehilangan tenaga.

Beberapa saat setelah pukul 15.00 waktu setempat, setelah roket Mike melambung ke langit dengan perkiraan kecepatan sekitar 350 mil per jam, tiba-tiba Mike menarik parasutnya. Ia jatuh dan mendarat dengan hantaman keras. Moncong roketnya pun hancur, terbelah menjadi dua.

“Benda ini bisa membunuh Anda dengan 10 cara berbeda,” kata Mike yang memiliki altimeter di kokpitnya untuk mengukur ketinggian penerbangan.

“Apakah saya senang bisa melakukannya? Ya saya kira. Saya merasakannya di pagi hari. Saya tidak bisa bangun dari tempat tidur. Tapi, setidaknya saya bisa pulang, makan malam dan melihat kucing saya malam ini,” tambahnya.

Peluncuran gagal ini berlangsung tiga hingga empat menit, dengan pendaratan roket sekitar 1.500 kaki dari ramp (bidang miring pada bagian dari bangunan atau landscape sebagai pengganti tangga). Dengan demikian, Mike belum bisa membuktikan bahwa teori Bumi Datar benar adanya.

lpt6

 

 

LEAVE A REPLY