Begini Respon Jokowi, Soal Pesantrenpreneur Usulan Hipmi Jatim

0
825
Presiden RI Joko Widodo didampingi Ketum Hipmi Jatim Mufti Anam (dua dari kiri), Ketua Dewan Pembina Hipmi Jatim Ali Affandi (kanan) dan Kompatertemen Lembaga Non Bank dan Syariah Hipmi Jatim Riko Abdiono (paling kiri) di Novotel Tangerang, Rabu (7/3/2018). (hipmijatim)

 

Tangerang, nawacita – Ketua Umum BPP Himpunan pengusaha muda Indonesia Bahlil Lahadalia saat pidato di depan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam pembukaan Sidang Dewan Pleno II di Tangerang Banten membuat kejutan. Pemuda asal Papua memanggil tiga Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) untuk menyampaikan usulan dan uneg-unegnya kepada Presiden Jokowi.

Salah satu yang didaulat naik ke panggung ditengah-tengah pidatonya itu adalah Ketua Umum BPD Hipmi Jawa Timur dr Mufti Anam. Bersama Ketum Hipmi Sumatera Utara Reza Pranata dan Ketum Hipmi Papua Dian Daat.

Ketum Hipmi Jatim Mufti Anam saat menyampaikan usulannya kepada Presiden Ri Joko Widodo di arena SDP II-Rapimnas Hipmi.
Ketum Hipmi Jatim Mufti Anam saat menyampaikan usulannya kepada Presiden Ri Joko Widodo di arena SDP II-Rapimnas Hipmi.

Ketum Hipmi Jatim Mufti Anam menyampaikan kepada Presiden, bahwa upaya pemerintah mendorong tumbuhnya kewirausahaan di tengah-tengah pengusaha muda sudah cukup bagus.  “Tapi saya melihat ada satu segmen yang belum dilakukan pemerintah secara terencana dan dan terintegrasi. Yaitu pemberdayaan ekonomi pesantren,” kata Mufti Anam, di Ballroom Novotel Tangerang, Banten, Rabu (7/3/2018).

 

Hipmi, kata Mufti Anam, mendorong kepada bapak presiden Jokowi berkenan untuk mengagas tumbuhnya kewirausahaan di pesantren dengan membantu pesantren secara incorporate. “Yang didalamnya melibatkan koperasi-koperasi yang ada di pesantren untuk bisa terlibat langsung dalam proyek-proyek pemerintah,” cetusnya.

 

Apabila ini bisa terjalin dengan baik, lanjut Mufti Anam, ada dua manfaat. Pertama, ekonomi di pesantren bisa berjalan baik karena akan tercipta banyak santripeneur yang baru. Lalu yang kedua, agar wacana keislaman tidak hanya berputar pada isu agama  dan nasionalisme yang memenuhi media sosial. “Dalam hal ini Hipmi Jatim siap untuk diajak pemerintah mewujudkan road map dan eksekusi secara nyata di pesantren-pesantren Jawa Timur,” jelas Mufti yang secara spontan mendapat sambutan dan tepuk tangan dari presiden Jokowi dan 2000 lebih pengusaha muda se-Indonesia yang hadir di Ballroom Novotel.

 

 

Mendapat usulan cerdas dari Hipmi Jatim tersebut, Presiden Indonesia Jokowi, langsung meresponnya dengan serius. Jokowi menyinggung langsung soal dirinya sangat setuju sekali agar RUU Kewirausahaan segera disahkan oleh pemerintah. Yang didalamnya menyangkut percepatan ekonomi untuk pemuda-pemuda dan start up. “Ini penting sekali. Bahwa pengusaha di Indonesia bisa terus tumbuh. Termasuk pengusaha di pondok pesantren seperti yang disampaikan Ketua Umum Hipmi Jawa Timur,” terang Jokowi.

 

Lanjut Presiden RI ke-7 ini, apa yang disampaikan Ketua Umum dari HIPMI Jawa Timur mengenai pondok pesantren sebetulnya sudah dimulai oleh pemerintah di beberapa pondok pesantren. Yakni dengan membangun Bank Wakaf Mikro. “Mungkin banyak yang belum tahu. Bank Wakaf Mikro ini hanya dikenakan biaya administrasi 2%,” sebut Presiden yang juga alumni Hipmi Solo ini.

Ditambahkannya, Bank Wakaf Mikro di beberapa ponpes itu volumenya memang tidak banyak. Satu Bank Wakaf Mikro memiliki modal Rp6-8 miliar. “Tetapi untuk sebuah pondok pesantren yang memiliki komunitas bisnis, saya yakin sudah lebih dari cukup,” sebutnya.

 

Diterangkan Jokowi, Bank Wakaf mikro ini masih perlu dikembangkan lagi dengan skema-skema baru. Sehingga butuh masukan dari Hipmi. Karena kewirausahaan di lingkungan pondok pesantren memang perlu dikembangkan lebih serius lagi. Sehingga manfaat ekonomi yang disampaikan Ketua Umum Hipmi Jawa Timur Mufti anam bisa terealisasi. “Itu usulan cemerlang, Menurut saya bukan hanya modal saja, tetapi bagaimana membuat ekosistem ekonomi di pondok-pondok menjadi lebih baik dan saya kira nanti saya tunggu masukan dari Hipmi mengenai rumusan-rumusan pembangunan ekonomi di pondok-pondok pesantren,” papar Jokowi.

Dalam kesempatan sebelum meninggalkan lokasi acara, Jokowi juga sempat bicara langsung dengan Ketum Hipmi Jatim Mufti Anam yang didampingi Ketua Dewan Pembina Hipmi Jatim Ali Affandi, Sekum Candra P Wellyanto, Ketua Bidang Agribisnis Ardhi Fahyudi serta Kompartemen Lembaga Eknomi non bank dan Syariah Riko Abdiono. Jokowi berharap agar konsep ekonomi pesantren itu dibicarakan lebih lanjut. “Nanti saya undang ke istana bicara yang tadi,” cetus Jokowi ketika hendak meninggalkan lokasi acara SDP II Rapimnas Hipmi di Tangerang. |bdo|

LEAVE A REPLY