Menko PMK Ajak Semua Pihak Bersinergi Majukan Pendidikan Vokasi dan Tenaga Kerja Indonesia secara Berkesinambungan

0
436

Nawacita.co (05/03)— Menko PMK, Puan Maharani, secara resmi meluncurkan Program Pendidikan Vokasi Industri di Krakatau Convention Hall, Kota Cilegon, Banten, Senin pagi. “Kemajuan industri di Indonesia yang berdaya saing dan didukung oleh putra-putri Indonesia yang profesional, akan memperkuat perekonomian Indonesia dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Maka kemudian perlu dilakukan kerja bersama dan bergotong royong untuk mencapai tujuan ini, saling bersinergi antara pusat, pemerintah daerah dan juga industri,” tegasnya dalam sambutan.

Menurut Menko PMK, keberhasilan dalam melalukan revitalisasi pendidikan vokasi sangat ditentukan oleh keselarasan antara penyelenggaraan pendidikan vokasi dengan dunia industri, karena pendidikan vokasi harus berbasis pada kebutuhan industri. Peluncuran pendidikan vokasi Industri wilayah DKI Jakarta dan Banten, pada hari ini merupakan salah satu upaya dalam memperluas kerjasama dengan Industri. Dengan keikutsertaan program ini, dunia industri diharapkan dapat dengan mudah mendapatkan tenaga kerja yang terampil sesuai dengan kebutuhan masing-masing industri di era kompetensi baik di masa kini mauoun di masa mendatang.

Nawacita.co 2Menko PMK lalu mengajak semua pihak untuk kemudian melihat langsung apa saja kebutuhan industri dengan sumber daya manusia atau tenaga kerja yang kita punya. Upaya sinergis semua pihak ini lalu dapat jadi syarat mutlak yang berkesinambungan untuk memajukan perekenomian dan juga sumber daya manusia kita. “Saat ini Kemendikbud dan Kemenperin telah menginisiasi kerjasama antara SMK dan Industri untuk menciptakan keselarasan antara kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan Industri (menurut laporan, kerjasama ini sudah melibatkan 1.245 SMK dan 415 Industri),” papar Menko PMK lagi. “Saya mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang telah aktif, seraya mendorong semakin banyak perusahaan terlibat dalam program ini untuk melakukan pembinaan terhadap SMK yang menjadi mitranya, termasuk memberikan bantuan peralatan praktik kepada beberapa SMK.”

Dalam acara peluncuran ini, Menko PMK juga berkesempatan menyaksikan langsung Penandatanganan Kerja Sama (PKS) antara industri dengan SMK, pemberian hibah peralatan kerja dan kendaraan operasional dari industri kepada SMK, serta penyematan tanda pengenal secara simbolik kepada wakil peserta Diklat Sistem 3 in 1 (Pelatihan – Sertifkasi – Penempatan Kerja). Menko PMK lalu menekan tombol sirine sebagai tanda diluncurkannya Program Pendidikan Vokasi Industri Wilayah DKI Jakarta dan Banten dan sebelumnya menyempatkan berbincang langsung dengan peserta Diklat Sistem 3 in 1.

Peluncuran program pendidikan vokasi industri sebelumnya telah dilaksanakan di wilayah pulau Jawa dan Sebagian Sumatera, yaitu: Tahap I di Jawa Timur, melibatkan 50 perusahaan industri dan 234 SMK oleh Wakil Presiden RI; Tahap II di Jawa Tengah, melibatkan 117 perusahaan industri dan 392 SMK oleh Menperin bersama dengan Mendikbud; Tahap III di Jawa Barat, melibatkan 141 perusahaan industri dan 393 SMK oleh Presiden RI; Tahap IV di Sumatera Utara, melibatkan 117 perusahaan industri dan 226 SMK di wilayah Provinsi Aceh, Sumut, Sumbar, Riau dan Kep. Riau oleh Menko Perekonomian. Setelah Wilayah DKI Jakarta dan Banten pada hari ini, peluncuran Program Vokasi Industri akan diteruskan secara bertahap untuk Wilayah Sumatera bagian Selatan (Provinsi Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung dan Lampung), dan Sulawesi Selatan.

Sampai dengan tahun 2019, sebanyak 1.795 SMK akan dibina dan dikerjasamakan dengan perusahaan industri. Setelah peluncuran pada hari ini total telah tercapai kerjasama sebanyak 1.534 SMK dengan 558 perusahaan industri. Di samping menyelenggarakan Program Pendidikan Vokasi, Kementerian Perindustrian juga menggelar Program Pelatihan Sistem 3 in 1 dan Diklat peningkatan kompetensi.

Hadir dalam acara ini antara lain Menperin, Airlangga Hartarto; Mendikbud, Muhadjir Effendy; Pimpinan dan Anggota Komisi VI dan X DPR RI; Wagub Banten, Andhika Hazrumy; dan para pimpinan perusahaan. (*)

LEAVE A REPLY