Mengejutkan! Ini Penjelasan Resmi Abdee Slank, Soal Perceraiannya

0
937
Gitaris slank Abdee negara bersama istri dan putrinya. (dok/tribun)

 

Jakarta, Nawacita – Personel band tenar Slank Abdee Negara mengaku cukup kecewa dengan pihak-pihak serta netizen yang kerap mengusik kehidupan pribadinya. Maka, agar tidak merugikan orang lain yang ikut dalam digosipkan, seperti Tashea, Abdee Negara pun bicara sejujur mungkin kondisi sebenarnya. Tolong netizen perhatikan ya….

 

Penjelasan Resmi Abdee Slank itu termuat dalam akun instagramnya @abdeenegara. Di akun pribadi yang telah terverified itulah, gitaris Slank ini mencoba meredam gossip yang cukup mengganggunnya itu.

 

Dalam akun instagram yang diposting Senin pagi (5/3/3018) itu, Abdee membenarkan jika kondisi rumah tangganya dengan sang istri, Anita Desy Farida kurang harmonis. Berikut kutipan lengkap yang ditulis sendiri oleh Abdee Negara. Lewat status dan juga quotes creator image.

 

Verily with every difficulty there is relief,….

 

Ini Soal Gugatan perceraian saya. Agar tidak ada lagi simpang siur berita yang tidak akurat. Agar tidak ada lagi orang yang bersalah ikut jadi tersakiti.

 

Pertama-tama saya ingin sampaikan Anita adalah wanita yang baik dan ibu yang yang baik bagi Alanis anak kami tercinta.

Gugatan Perceraian yang saya ajukan, semata-mata karena perbedaan prinsip dan perbedaan pandangan hidup diantara kami berdua yang sangat mendasar dan sudah berlangsung lama.

Bukan karena kekurangan atau kesalahan Anita dan bukan pula karena tekanan atau desakan wanita lain, dalam hal ini adalah Tashea seperti yang ramai disebut dalam berbagai pemberitaan.

 

Gugatan cerai yang saya ajukan bukanlah hal yang muncul tiba-tiba.

Ini adalah ujung dari proses panjang ketidakharmonisan rumah tangga saya dan Anita. Kami coba bertahan demi putri kami Alanis yang sangat kami cintai.

Namun permasalahan rumah tangga yang kami alami memang sangat rumit.

Akhirnya sejak sekitar 2008, kmi mulai tidak melakukan hubungan dan berkomunikasi seperti seharusnya suami istri dan yang kemudian berujung pisah ranjang.

Dalam masa itu, sudah banyak upaya yang kami berdua coba lakukan demi mempertahankan rumah tangga kami. Tapi tetap tidak berhasil. Beberapa kali akhirnya terucap kata cerai.

 

Puncaknya pada tahun 2013, beberapa lama setelah saya divonis gagal ginjal kronik yang menurut dokter akibat darah tinggi yang memburuk dipicu oleh stress. Saat itu hubungan kami makin tidak harmonis. Jurang perbedaan makin melebar.

Akhirnya dengan berat hati, walaupun dalam keadaan sakit, demi kebaikan bersama saya memutuskan untuk berpisah dan memilih hidup sendiri.

Kami tetap terlihat masih rukun di mata keluarga dan teman-teman. Karena selain setiap Minggu saya berusaha menemui putri saya, setiap acara keluarga, acara teman-teman atau liburan, kami selalu berusaha hadir bersama. Hanya putri kami dan beberapa keluarga dekat saja yang tahu keadaan sebenarnya dan kalau kami sudah pisah rumah.

 

Berpura-pura rukun hanya demi mempertahankan status pernikahan ini, tidak membuat hubungan jadi lebih baik. Malah membuat suasana bathin dalam rumah tangga jadi tidak sehat karena memang tidak ada kecocokan lagi diantara kami.

Memaksakan diri untuk tetap bersama hanya berbuah saling melukai dan otomatis berdampak buruk bagi putri kami.

Di pertengahan tahun 2016, setahun setengah setelah saya mulai cuci darah akibar penyakit gagal ginjal yang sudah masuk stadium akhir, saya menemui Anita untuk membicarakan perceraian yang resmi secara hukum di pengadilan.

Saat itu Anita setuju dengan syarat dia yang akan melakukan gugatan. Namun pada tahun 2017 dia berubah pikiran.

 

Saya meyakini bahwa mempertahankan pernikahan hanya karena status, sementara hubungan dan komunikasi layaknya suami istri sudah tidak dilakukan dalam waktu yang sangat lama, apalagi sudah pisah rumah dan beberapa kali sudah terucap kata cerai, itu adalah dosa dan hanya akan menimbulkan fitnah dan membuat kesengsaraan.

Oleh karena itu, demi kebaikan kami bersama, perceraian yang sah secara hukum adalah menjadi jalan terakhir yang harus kami tempuh.

 instagram abdee negara

Mengenai Tashea, dia tidak ada sangkut pautnya dengan keputusan saya dalam melakukan gugatan cerai. Tashea wanita dengan kepribadian baik dan dari keluarga baik-baik. Tidak selayaknya siapapun merasa punya hak untuk menghujat dia dan keluarganya untuk suatu hal yang bukan kesalahan.

 

Tulisan abdee Negara itu, ketika berita ini diturunkan sudah di like oleh 3,313 follower. | bdo |

 

LEAVE A REPLY