Indonesia dan Republik Korea Sharing Program Kebijakan Kadaster

0
297

Nawacita.co – Pemerintah Republik Indonesia bersama Pemerintah Republik Korea melalui Kementerian ATR/BPN dan Korea Land and Geospatial Informatix membangun kerjasama regional dalam bentuk Knowledge Sharing Program (KSP). Kerjasama dengan tema KSP Policy Consultation : Improvement Plan for Unified Cadastral System in Indonesia ini diakhiri dengan seminar diseminasi akhir yang  dilaksanakan pada tanggal 21 Februari di Hotel Fairmont, Jakarta (21/02).

“Program KSP yang dilaksanakan oleh Pemerintah Republik Korea dengan Pemerintah Indonesia, dalam hal ini kementerian ATR/BPN kami pandang sebagai program yang sangat bagus sekali dan sangat bermanfaat bagi ATR/BPN untuk mengembangkan program-program kementerian sebagai tindak lanjut dari mandat atau perintah dari Presiden Joko Widodo,” ujar Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Kementerian ATR/BPN Gabriel Triwibawa.

Lebih lanjut Gabriel menjelaskan, Kementerian ATR/BPN saat ini sedang melaksanakan program besar dalam rangka percepatan pendaftaran tanah melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sehingga membutuhkan kebijakan dan penerapan sistem yang tepat, akurat dan dapat membantu merekapitulasi pendataan tanah dan lahan di Indonesia. Dalam hal itu, penerapan peta kadaster dianggap sangat penting karena dapat menyiapkan proses berupa pendaftaran tanah untuk pemberian jaminan kepastian hukum, memberikan fasilitas pada pemerintah pusat dan daerah untuk kepentingan perpajakan, memberikan gambaran pada institusi yang kaitannya dengan pelaksanaan pengadaan tanah bagi pembangunan kepentingan umum seperti pembangunan infratruktur bandara, pelabuhan, rel kereta api, jalan raya, dan lain sebagainya, dan membantu pemerintah daerah bersama dengan Kementerian ATR/BPN dalam rangka menyusun tata ruang, baik tata ruang wilayah, provinsi, kabupaten, maupun rencana detail tata ruang wilayah kecamatan.

“Menurut saya menyatukan dan memajukan sistem peta kadastral adalah hal yang penting bagi pembangunan nasional dan sangat dibutuhkan Indonesia untuk mengefesiensikan pengelolaan data lahan yang sangat besar dan luas. Salah satu faktor penentu pembangunan ekonomi nasional yang paling penting adalah tanah, tanah bukan hanya sebagai tempat kehidupan manusia tapi merupakan basis pengambilan keputusan ekonomi negara. Oleh karena itu perlu secara akurat memahami fakta tentang tanah yaitu lokasi, area dan sifat,” ujar Sung Jin Kim Executive Advisor of KSP.

Pemerintah Korea yang lebih berpengalaman dalam sistem pemetaan kadastral dan penguasaan teknologi informasi terkait penggunaan transaksi data akan membantu Indonesia melalui KSP untuk mengimplementasikannya ke bentuk kebijakan maupun kegiatan yang akan membantu pengelolaan dan pengembangan yang lebih efisien. (dny)

LEAVE A REPLY