Fahri Hamzah Sebut Nazaruddin Panik karena Persekongkolan Mulai Terbuka

0
397
Fahri Hamzah Wakil Ketua DPR RI.
Fahri Hamzah Wakil Ketua DPR RI.

Nawacita – Fahri Hamzah Wakil Ketua DPR RI menilai kalau Muhammad Nazaruddin terpidana perkara korupsi Hambalang telah panik karena persekongkolannya dengan KPK mulai terbuka.

Ini disampaikan Fahri menyikapi pernyataan Nazaruddin usai menjadi saksi perkara KTP-el di Pengadilan Tipikor. Nazaruddin kepada wartawan menyebut kalau Fahri terlibat kasus korupsi saat masih menjadi Wakil Ketua Komisi III DPR RI.

Bahkan, Nazaruddin juga mengaku mempunyai bukti-bukti yang bisa membuat Fahri menjadi tersangka. Hanya saja, Nazaruddin tidak menyebut secara spesifik kasusnya Fahri tersebut.

“Soal keterangan Nazaruddin itu, saya sudah mendengar dari rekaman. Kalimat yang paling banyak dia katakan, terutama kalimat, ‘kita serahkan kepada KPK’,” ujar Fahri dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/2/2018)

“Kalimat kedua adalah, “saya paling banyak bantu KPK selama ini”. Dan berikutnya ia menyampaikan bahwa dia sudah mengatakan begitu banyak nama untuk ditindaklanjuti oleh KPK,” jelas Fahri.

Menurut Fahri, di situlah bahwa persekongkolan Nazaruddin dengan KPK sangat mendalam. Oleh sebab itu Fahri memberi kesimpulan bahwa yang disampaikan Nazaruddin itu atas kekecewaannya.

“Ada dua hal yang bikin dia kecewa, pertama asimilasinya yang tertunda karena bocornya dokumen KPK yang menjamin kalau yang bersangkutan tidak menpunyai kasus. Kedua, bocornya kembali dokumen pansus angket yang sekarang telah menjadi lampiran laporan angket tentang ratusan kasus nazar yang disimpan KPK,” ujarnya.

Oleh karena itu, Fahri ingin menyimpulkan bahwa persekongkolan Nazar dengan KPK ini telah nenjadi problem keamanan nasional.

“Itulah sebabnya, dengan kesimpulan pansus angket berakhir, maka Komisi III dan Komisi I selayaknya menimbang persoalan ini sebagai persoalan keamanan nasional yang serius,” tegas Fahri.

Sebab, kata dia, semua peristiwa hukum belakangan ini, terutama penyebutan nama-nama besar termasuk Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan keluarganya, nampaknya hasil dari satu persekongkolan yang luar biasa yang substansinya hilang.

Fahri akan terus mencermati dan memantau kasus ini untuk menuntaskan penanganan kasus persekongkolan yang telah merusak nama baik dan keamanan bangsa.

“Kekacauan yang dilakukan tersebut telah melahirkan keributan yang merusak iklim pembangunan dan demokrasi kita,” pungkas Fahri.

ssby

LEAVE A REPLY