Jokowi: Indonesia Berpontensi Menjadi Penggerak Ekonomi Syariah

0
358
Presiden berdiskusi dengan Wapres dan Seskab sebelum dimulainya Rapat Pleno Komite Nasional Keuangan Syariah
Presiden berdiskusi dengan Wapres dan Seskab sebelum dimulainya Rapat Pleno Komite Nasional Keuangan Syariah

Nawacita – Indonesia mempunyai potensi pasar yang cukup besar untuk menjadi penggerak utama perekonomian syariah.

Dalam pengembangan ekonomi syariah, Indonesia jangan hanya menjadi target pasar dan produk industri negara-negara lain dan sekadar menjadi konsumen.

Penegasan Joko Widodo Presiden itu disampaikan pada Rapat Pleno Komite Nasional Keuangan Syariah di Kantor Presiden Jakarta, Senin (5/2/2018).

Salah satu potensi yang dimiliki Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia adalah aset perbankan syariah yang terus meningkat.

Pada tahun 2017, aset perbankan syariah Indonesia tercatat sebesar Rp435 triliun atau sekitar 5,8 persen dari total aset perbankan Indonesia.

“Untuk itu kita sangat serius untuk menggarap potensi ini. Dan saya melihat angka-angkanya juga menunjukkan peningkatan,” kata Presiden.

Begitu pula dengan pasar modal syariah yang angkanya terus membaik. Bahkan, pangsa pasar sukuk Indonesia berhasil mencapai 19 persen dari seluruh sukuk yang diterbitkan berbagai negara. Tak hanya itu, total aset industri keuangan non-bank syariah juga naik dua kali lipat dalam lima tahun terakhir.

“Kita juga memiliki potensi yang besar untuk pengumpulan dana sosial keagamaan, seperti dana haji, dana zakat, dana wakaf serta dana infaq dan sedekah,” ucap Presiden.

Potensi lain yang harus segera digarap dalam rangka pengembangan ekonomi syariah. Mulai dari bidang industri fashion, busana muslim, makanan halal, farmasi, hingga sektor pariwisata.

Dalam indutsri makanan misalnya, Indonesia memiliki tingkat konsumsi makanan halal terbesar di dunia. Indonesia juga masuk lima besar negara dengan konsumsi produk obat-obatan, kosmetik halal, serta busana muslim terbesar di dunia. Sedangkan dalam ekonomi pariwisata, Indonesia menduduki peringkat keempat dengan jumlah kunjungan turis terbanyak dari anggota OKI.

“Potensi sektor pariwisata ini masih sangat menjanjikan. Pengeluaran wisata muslim global 2016 mencapai USD169 miliar atau 11,8 persen dari pengeluaran konsumsi wisata global,” ujar Presiden.

Presiden mengimbau agar pengembangan industri keuangan syariah dapat memberikan manfaat nyata, termasuk mendukung upaya penanggulangan kemiskinan guna menekan angka ketimpangan di Tanah Air.

“Data yang diterima presiden masih menunjukkan, penggunaan pembiayaan syariah adalah 41,8 persen sebagian besar masih digunakan untuk konsumsi. Sedangkan pembiayaan untuk modal kerja dan investasi masing-masing baru mencapai 34,3 persen dan 23,2 persen,” tutur Presiden.

ssby

LEAVE A REPLY