RI-Pakistan Kokohkan Kemitraan Bidang Energi dan Perdagangan

0
547

Nawacita.co – Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kenegaraan ke Pakistan pada 26-27 Januari 2018. Fokus utama kunjungan adalah pada peningkatan kerja sama ekonomi, khususnya bidang energi dan perdagangan.

Sejalan dengan fokus tersebut, kedua Kepala Pemerintahan menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Sektor Energi, dan Amandemen Protokol PTA. Perjanjian lainnya yang juga ditandatangani adalah MoU Kerja Sama Pelatihan Diplomatik dan MoU Kerja Sama Promosi Perdagangan.

Melalui perjanjian bidang energi, RI akan memasok LNG ke Pakistan guna mendukung ketahanan energi Pakistan. PT Pertamina juga akan menindaklanjuti perjanjian tersebut dengan mitranya, Pakistan LNG Limited (PLL) dan Pakistan State Oil Company Limited (PSOCL). Hubungan ekonomi kedua negara juga diperkokoh dengan MoU kerja sama promosi perdagangan guna meningkatkan arus perdagangan bilateral.

Dalam kunjungan kenegaraan ini, Presiden RI berkesempatan menyampaikan pidato pada Joint Sitting Parlemen Pakistan; pertemuan tête-à-tête dan bilateral dengan Presiden Pakistan; jamuan makan malam kenegaraan oleh Presiden Pakistan; dan pertemuan tête-à-tête dan bilateral dengan PM Pakistan.

Presiden juga memanfaatkan kunjungan tersebut guna bertemu dengan masyarakat Indonesia di Pakistan yang menyambut kedatangannya dengan antusias.

Dalam kesempatan pidatonya pada Joint Sitting Parlemen Pakistan, Presiden RI tekankan pentingnya perdamaian dunia, upaya bersama mengatasi radikalisme dan terorisme serta habit of dialoguedalam mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan dunia. Presiden Joko Widodo merupakan Presiden RI ke-2 yang mendapat kehormatan untuk menyampaikan pidato pada Joint Sitting Parlemen Pakistan. Sebelumnya, kesempatan pertama diberikan kepada Presiden Soekarno pada tahun 1963.

Selain rangkaian utama kegiatan Presiden RI, telah dilaksanakan pula Business Forum yang diikuti oleh lebih dari 100 pengusaha RI-Pakistan. Forum tersebut menghasilkan penandatanganan MoU Kerja Sama KADIN dua negara dan total transaksi yang tercatat senilai USD 115 juta di sektor perdagangan dan investasi. (sumber: Dit. Asselteng)

LEAVE A REPLY