Expedisi Mahanugra Pertama 2018 bertajuk Peduli Alam Sekitarnya

0
689

Nawacita.co – Expedisi Mahanugra Pencinta Alam Mengadakan Even yang bertajuk peduli Alam acara ini diadakan di Jasa tirta1 tepatnya di Jl karah 2-4 Surabaya Hari ini Sabtu (27 Januari 2018) Siang ,turut hadir pula Iman Rochani( Direktur konsorsium lingkungan Hidup ) Serta Sony Mohson ( ketua Poktan  Mangrove Wonorejo Surabaya) dan juga hadir beberapa komunitas Arek Jawa timur

Sejak kemarin malam sampai esok hari Ahad 28 Januari 2018.Kami akan mengadakan sebuah even bertajuk Ekspedisi Mahanugra Pertama tahun 2018. Kali ini mengambil tema Mahanugra Peduli Alam. Sudah tujuh dekade lebih sejak {Indonesia merdeka keseimbangan alam kita belum seimbang. Sudah seberapa sering kita menebang kayu ditanah-tanah lbu Pertiwi? Mungkin bukan kita yang melakukan, tapi diri serta orang-orang sekitar kita yang memanfaatkannya.Baik untuk dijual atau digunakan membangun pemukiman tempat saya dan anda tinggal.

Berapa puluh trilyun ton kita konsumsi ikan selama ini? Berapa banyak unggas yang sudah kita jadikan hidangan Iezat di meja makan? Alam ini butuh di jaga keseimbangannya Bukan untuk kita sekarang Namun kita persembahkan bagi anak cucu yang kita tinggalkan untuk kembali kepangkuan-Nya kelak! Sudah saatnya tidak hanya eksplorasi alam yang kita lakukan.Namun menanam bibit pohon di daratan, menebar ikan di sungai dan melespaskana burung ke alam bebas. Mari menjadi sahabat alam dengan turut ambil bagian sebagai peserta Ekspedisi Mahanugra I tahun 2018, sekaligus dengan bangga kami perkenalkan Koperasi Daya Artha Raya (Kopdar) Jawa Timur. ‘

Bobbin Nila Prasantha Yudha (ketua panitia Expedisi Mahanugra)
Bobbin Nila Prasantha Yudha (ketua panitia Expedisi Mahanugra)

”kemudian dalam even Expedisi mahanugra 2018 ini.kami di tunjuk sebagai ketua panitia Expedisi Mahanugra kami dan teman Mahanugra komunitas Arek Surabaya yang peduli akan pemberdayaan target kami adalah untuk kemakmuran Bersama,kami peduli terhadap alam dimulai dengan menanam Pohon di mangrove di wonorejo surabaya dan kemudian kami lanjutkan di kali surabaya sampai nanti akhir besok pagi subuh di puncak Gunung Penangungan 1.653.km dipermukaan laut dengan mendebar burung Emprit kurang lebih 1000 burung.Dan ikan yang kami tebar hari ini di kali gunung sari sekitar 1000 ikan wader.targetnya adalah kami  ingin ada kesimbangan.selama ini masyarakat kita yang sudah dikatakan Masyarakat modern era globalisasi konsumsinya akan akan makan ikan serta unggas sebagaimanya luar biasa ,Tapi pernyataanya berikutnya adalah apakah ada kontribusinya mengembalikan keseimbangan alam dan ikan yang sudah dimakan,Apakah ada tebar lagi bibitnya seperti yang tadi.setelah pohon mangrove ditebang untuk rumah  misalnya apakah ada penanaman lagi, tidak banyak yang melakukan paling tidak memberikan warnes kepada masyarakat  sebuah kesadaran bahwa kita perlu menjaga  keseimbangan alam ,bukan untuk kami dan bukan untuk kita tapi untuk untuk anak cucu kita yang akan melanjutkan hidup kita.” ujar bobbin Nila Prasantha Yudha ( ketua Panitia Mahanugra)

Pebebaran 1000 bibit ikan wader di kali Gunung sari surabaya ( 27/01/2018)
Penebaran 1000 bibit ikan wader di kali Gunung sari surabaya ( 27/01/2018)

Dan awalnya banyak mengingatkan kali surabaya mempunyai habitat ikan yang khas misalnya bader,nener,bandeng.diluar itu tidak masuk khas ikan kali surabaya,oleh sebab itu kami menghargai potensi tersebut sehingga terbarkan ikan khas kali surabaya itu jadi penting  jangan sampai tujuan peduli lingkungan malahan nanti memberikan ikan yang fungsinya predator untuk habitat yang ada di kali surabaya. dalam rangkaian acara ini melibatkan,Imam Rochani ( Direktur Konsorsium lingkungan Hidup ) turun jadi koordinator patroli kali surabaya dan juga Soni Mohson ( ketua Poktan mangrove Wonorejo Surabaya), jadi intinya kami ingin mengajak masyarakat Luas peduli lingkungan targetnya ada pemberdayaan dan lebih tinggi visi kedepanya pembangunan masyarakat jawa timur khususnya Surabaya.dan kesadaran untuk masyarakat jawa timur yang disampaikan oleh sdr Imam.Jawa timur adalah Provinsi yang sudah bisa melakukan Penindakan terhadap pelaku pencemaran lingkungan. mudah mudahan dengan kelahiran Gerakan Mahanugra di wilayah jawa timur  masyakarakat jawa timur dapat menerima dengan tangan terbuka dan yang paling tidak terkait dengan partai politik apapun dan ini murni Pemberdayaan dan targetnya untuk kesejateraan masyrakat ,” tandasnya

*Koperasi Daya Artha Raya Jatim, kemudian disebut KOPDAR JATIM. Berawal dari pemikiran bagaimana mencapai kemakmuran secara berjama’ah bagi seluruh anggotanya. Melalui proses pemberdayaan di semua aspek kehidupan. Dalam perjalanannya Kopdar Jatim diberi nama Mahanugra, yang bisa dimaknai sebagai Sebuah anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan bilangan tak terhingga. Semangatnya adalah anugerah ini bukan hanya memakmurkan anggota Kopdar saja. Diharapkan efek samping nya juga akan menyentuh masyarakat luas yang berada di sekitar anggota Kopdar Mahanugra Jatim. (dny)

LEAVE A REPLY