Pemkot Surabaya Optimalkan Pengawasan Harga Beras di Pasaran

0
583
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Nawacita – Pemerintah Kota Surabaya mengoptimalkan pengawasan harga beras di pasaran sebagai acuan perlu dan tidaknya menggelar operasi pasar di sejumlah titik.

Arini Pakistyaningsih Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya di Surabaya, Kamis (18/1/2018), mengatakan dengan adanya operasi pasar ini, tidak ada lagi pedagang yang memanfaatkan kenaikan harga sehingga harga komoditi di Surabaya, terutama beras bisa kembali stabil.

“Melalui cara ini, tidak ada lagi pedagang yang aji mumpung,” ujarnya seperti dilansir Antara.

Menurut dia, dalam setiap operasi pasar, pihaknya membawa beberapa komoditi seperti beras, gula, daging, minyak goreng, bawang putih, bawang merah dan beberapa komoditi lainnya.

Khusus untuk beras, lanjut dia, Dinas Perdagangan Kota Surabaya membawa 100-200 karung yang isinya perkarung 5 kilogram. “Harganya cukup murah, hanya Rp9.400 perkilogram. Harga ini lebih murah dibanding di pasaran yang sudah mencapai Rp12-13 ribu perkilogram,” katanya.

Arini mengaku Dinas Perdagangan sudah menyusun jadwal operasi pasar selama Januari 2018 ini. Pada 17 Januari, Dinas Perdagangan telah menggelar operasi pasar di Kecamatan Asemrowo, Krembangan, Tenggilis Mejoyo dan Benowo.

Sedangkan pada 18 Januari, operasi pasar digelar di Kecamatan Mulyorejo, Bulak, Jambangan, dan Dukuh Pakis. Selain itu, operasi pasar digelar pada 19 Januari di Kecamatan Tambaksari, Gubeng, Bubutan, dan Genteng.

“Operasi pasar semacam ini sudah kami galakkan selama 2017 dan dilanjutkan pada 2018 ini,” katanya.

Pada 2017, lanjut dia, Dinas Perdagangan sudah menggelar sebanyak 524 operasi pasar, dan tahun ini hingga 15 Januari 2018, pihaknya sudah menggelar 20 operasi pasar di beberapa titik di Kota Surabaya.

Sementara itu, sejumlah warga mengaku kecewa tidak kebagian beras pada saat digelar operasi pasar di Balai RW 7 Kalianak Surabaya, Rabu (17/1/2018).

Salah satu warga RT 2 RW 7 Kalianak, Sunarsih mengaku datang ke balai RW sengaja untuk berburu beras murah, namun ternyata hanya dapat minyak goreng saja. “Berasnya tidak ada, saya kecewa,” katanya.

Dalam operasi pasar ini, lanjut dia, Pemkot Surabaya hanya menjual empat item bahan pokok yaitu beras, telur, minyak goreng dan gula.

Untuk beras per kemasan lima kilo dijual dengan harga Rp47 ribu, gula perkilogramnya Rp10.500 dan minyak goreng dijual dengan harga Rp11.000 per liternya.

Ia berharap kegiatan operasi pasar ini tidak diselenggarakan satu hari saja, melainkan lebih sering, terutama ada kenaikan harga bahan pokok khususnya beras di pasaran.

ssby

LEAVE A REPLY