BUMN China Lirik Proyek Kuala Tanjung Tahap II

0
679
Pekerja melakukan proses pembangunan lantai jembatan dermaga Terminal Multi Purpose Pelabuhan Kuala Tanjung milik Pelindo I, di Batubara, Sumatera Utara, Jumat (11/3). Pembangunan yang dimulai sejak Mei 2015, kini telah mencapai 42 persen dan direncanakan mulai beroperasi pada kuartal pertama tahun 2017. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi/aww/16.

Nawacita.co – Perusahaan Milik Negara asal Tiongkok mulai melirik proyek pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung Tahap II. China berusaha menyalip minat perusahaan Belanda Port of Rotterdam Authority yang saat ini masih menyelesaikan tahap negosiasi investasi.

“Banyak asing yang minat, China itu agresif sekali,” kata Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia I Bambang Eka Cahyana saat ditemui di Medan, Kamis (18/1) seperti dilansir Antara.

Kata Bambang, beberapa perusahaan Tiongkok yang tertarik tersebut merupakan perusahaan milik pemerintah. “BUMN China, ada beberapa,” serunya.

Dia menjelaskan selama ini negosiasi dengan investor Rotterdam masih sangat alot, terutama terkait dengan skema bagi hasil. “Mereka, karena korporasi juga hitung-hitungan, kita mendapat return 11% sudah oke, tapi mereka minta 15%. Artinya tarif harus tinggi. Saya lagi negosiasi dengan mereka,” tuturnya.

Dia menuturkan, tawaran pengembalian investasi atau return sebesar 11% sendiri sudah termasuk besar. “Kalau serius 11% sudah oke, sudah doublekarena juga dalam dolar. Ya mungkin karena asing, jadi kalau ada apa-apa investasi bisa ditinggal,” tuturnya.

Selagi negosiasi berproses, ia pun mengaku tidak menutup kemungkinan membuka tawaran dari investor asing lainnya. “Yang penting tidak menuntut return sebesar itu,” katanya.

Bambang mengatakan saat ini sebetulnya banyak investor yang berminat, tetapi kebanyakan masih menunggu dan memantau (wait and see) keseriusan pemerintah, dalam menjamin ketersediaan infrastruktur, seperti jalan tol, jalur kereta api, pasokan listrik dan gas.

“Seberapa serius pemerintah membangun infrastruktur pendukung. Bangun pelabuhan itu gampang, begitu bicara jalan tol, jalur KA, enggak gampang. Mereka menunggu itu,” serunya.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan membangun kawasan industri untuk menggenjot volume barang di pelabuhan yang akan menjadi hub internasional tersebut. “Tantangannya bagaimana mendorong terjadinya hilirisasi produk. Strategi kami mengembangkan dulu kawasan industrinya, tanpa ada kawasan industri tidak bisa menghasilkan kargo,” imbuhnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga memastikan, pemerintah masih membuka peluang investasi asing di Pelabuhan Kuala Tanjung, termasuk dari China. “Enggak apa-apa. Ini kan mereka investor potensial. Jadi, indikasinya kan ada dari negara lain juga,” serunya.

Bambang menargetkan dalam jangka waktu lima tahun atau saat dijadikan hub internasional, Pelabuhan Kuala Tanjung akan bisa menampung satu juta TEUs (Twenty-Foot Equivalent Unit) kargo.

Sekadar informasi, Pelabuhan Kuala Tanjung diplot menjadi gerbang industri di Sumatera Utara Pelabuhan Kuala Tanjung Tahap II dibangun di atas lahan seluas 3.000 hektare dengan kebutuhan investasi mencapai Rp34 triliun.

Selesai 2018
Saat ini, kata Bambang, pembangunan fisik tahap 1 Pelabuhan Kuala Tanjung yakni terminal multipurpose telah mencapai 96,33% untuk sisi laut dan 77,08% untuk sisi darat. Berbagai pekerjaan konstruksi dasar seperti dermaga dengan luas 500×600 meter persegi selesai dikerjakan. Begitu juga dengantrestle (jembatan) sepanjang 2,8 km untuk empat jalur truk selebar 18,5 meter.

Adapun lapangan penumpukan di darat yang dilengkapi dengan fasilitas terminal, sebagian besar telah selesai pengerjaannya. Berbagai fasilitas dan peralatan bongkar muat barang yang ada di terminal tersebut, diantaranya tiga unit Ship to Shore (STS) Crane, delapan unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, 21 unit truck terminal, dan dua unit MHC serta Terminal Operating System (TOS) peti kemas mau pun curah cair.

Untuk tahap 1, pembangunan terminal multipurpose itu menggunakan anggaran senilai Rp4 triliun yang dikelola PT Prima Multi Terminal, sebuah anak usaha patungan sejumlah BUMN yang terdiri dari Pelindo 1, PT Pembangunan Perumahan, dan PT Waskita Karya.

Selanjutnya, dalam tahap 2 akan dilakukan Pengembangan Kawasan Industri 3.000 hektare. Di tahap 3 berupa Pengembangan Dedicated/Hub Port. Sedangkan tahap 4 berupa Pengembangan Kawasan Industri Terintegrasi.

Jika pembangunan fisiknya selesai yang disertai finishing di beberapa bagian, maka Pelabuhan Kuala Tanjung dipastikan siap melayani arus keluar masuk barang dan penumpang ke seluruh Indonesia dan luar negeri. Selain mendukung program tol laut yang dicanangkan pemerintah, operasional Pelabuhan Kuala Tanjung juga merupakan upaya menegakkan kedaulatan ekonomi Indonesia di perairan Selat Malaka.

Saat meninjau progress pembangunan proyek ini, Budi mengatakan, keberadaan Pelabuhan Kuala Tanjung mempunyai posisi penting yakni pemindahan barang (transhipment) dan pelabuhan untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Dan setelah beroperasi Pelabuhan Kuala Tanjung yang terintegrasi, ada pelabuhan, jalan tol, kereta api, maka investor mau berinvestasi di KEK,” katanya.

Menurut dia, saat ini transshipment kapal di Pulau Sumatera lebih dilakukan di negara tetangga Singapura dan Malaysia. Dengan adanya Pelabuhan Kuala Tanjung kapal-kapal peti kemas dapat melakukan transhipment tanpa harus di negara tetangga.

“Sejauh ini tidak ada kendala dalam proses pembangunan, dengan ini diharap akan bisa menarik investasi. Selain meningkatkan kinerja logistik dan daya saing Indonesia, Kuala Tanjung juga bisa berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi khususnya bagi masyarakat Sumatra Utara,” jelasnya.

Dia memastikan Pelabuhan Kuala Tanjung akan selesai pada Maret 2018, harapannya April 2018 akan dilakukan peluncuran atau soft launching.

Selain Pelabuhan Kuala Tanjung, jalur kereta api Bandar Tinggi-Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara Provinsi Sumatra Utara ditarget beroperasi pada Maret 2018. “Dengan hadirnya jalur kereta api ini, akan mendukung konektivitas pada Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei,” ujar Budi. (FR) 

LEAVE A REPLY