KPK Dinilai Ubah Surat Dakwaan

0
258
Setya Novanto
Setya Novanto

Jakarta, NawacitaSalah satu kuasa hukum Novanto yang hadir dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP menyinggung soal hilangnya sejumlah nama politikus PDIP dalam surat dakwaan kliennya.

Menurut kuasa hukum, hilangnya sejumlah nama politikus PDIP yang diduga ikut menerima aliran dana uang kasus e-KTP dalam surat dakwaan Novanto, merupakan hal yang aneh dan perlu dipertanyakan.

“Ganjar Pranowo dinyatakan menerima fee USD 520 ribu, Yasonna Laoly USD 84 ribu, Olly Dondokambey dikatakan menerima fee USD 1,2 juta,” kata salah satu anggota tim kuasa hukum Novanto saat membacakan eksepsi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (20/12/2017).

Pengacara menilai adanya unsur kesengajaan yang dilakukan KPK dalam hilangnya nama-nama politikus partai banteng moncong putih tersebut.

“Dalam surat dakwaan Andi Narogong dan dakwaan Setya Novanto nama-nama tersebut dihilangkan secara sengaja,” ujar anggota tim kuasa hukum Novanto.

Selain itu, kuasa hukum Novanto pun mengoreksi adanya dugaan perubahan penerimaan uang oleh KPK yang diterima oleh mantan Mendagri Gamawan Fauzi.

Perubahan itu Novanto tertera dalam surat dakwaan mantan pejabat Kemendagri, Irman dan Andi Agustinus (Andi Narogong).

“Dalam dakwaan Irman, Gamawan Fauzi menerima USD 4,5 juta dan Rp 50 juta. Dalam dakwaan Andi Narogong dihilangkan USD 4,5 juta menjadi hanya Rp 50 juta,” katanya.

Dalam dakwaan Novanto, Gamawan Fauzi diduga menerima aliran uang Rp50 juta serta satu unit ruko dan tanah.

“Kemudian dalam Andi Agustinus alias Andi Narogong dalam dakwaan Novanto disebut menerima USD 2,5 juta dan Rp 1,186 miliar. Dalam surat dakwaan Andi Narogong hanya disebut menerima USD 1,499 juta dan Rp 1 miliar,” tandasnya.

inlh

LEAVE A REPLY