Ketua MPR Terima Gelar Adat dari Lembaga Penasihat Adat Lubuk Linggau

0
320
Ketua MPR RI Mendapat Gelar Kehormatan Adat Lubuklinggau
Ketua MPR RI Mendapat Gelar Kehormatan Adat Lubuklinggau

Nawacita – Lembaga Penasihat dan Pemangku Adat Lubuk Linggau Sumatera Selatan memberikan gelar adat Pangeran Kerta Alam Jaya Nata kepada Ketua Majelis Permusyawaratan RI Zulkifli Hasan di Kantor Walikota Lubuk Linggau, Rabu (15/11/2017). Gelar tersebut diartikan sebagai pemimpin pengemban amanat rakyat.

Adapun penyerahan dilakukan secara langsung oleh Ketua Lembaga Penasihat Adat Lubuk Linggau, Abunawas.

Dalam proses serah terima, Zulkifli juga disematkan kain adat serta tanjak (topi adat Sumatera Selatan) oleh Abunawas dan Walikota Lubuk Linggau Prana Putra Sohe. Menurut Prana, Zulkifli merupakan sosok pemimpin Sumatera bagian selatan yang potensial di Indonesia.

Insya Allah menjadi kebanggaan bagi masyarakat. Gelar adat yang diberikan kepada beliau diharapkan memberikan dorongan semangat untuk beliau dari masyarakat Lubuk Linggau,” kata Prana.

Dalam kesempatan yang sama, Zulkifli menilai gelar adat yang diperolehnya menjadi kehormatan tersendiri yang harus dijaga. Kepercayaan masyarakat Lubuk Linggau membuat dirinya semakin bertanggung jawab sebagai pemimpin.

“Apalagi ini membawa Linggau, membawa Sumatera Selatan. Tentu ini tidak ringan bagi saya,” kata Zulkifli.

Zulkifli tak menyangka Kota Lubuk Linggau berkembang lebih cepat dibanding kota lainnya. Ia mengapresiasi kepemimpinan Prana selaku walikota.

Mantan Menteri Kehutanan itu berjanji akan terus mematuhi etika dan menjauhkan diri dari berbagai tindakan tercela. Selain itu, ia berkomitmen untuk terus menyuarakan persatuan, kebersamaan, dan persaudaraan antar masyarakat Indonesia.

Sebelum menerima gelar adat, Zulkifli melakukan kunjungan ke Mesjid Agung As-Salam Lubuk Linggau. Masjid yang terletak di jantung kota Lubuk Linggau itu juga menjadi ikon wisata religi di kota tersebut.

Zulkifli juga sempat mengunjungi museum Garuda Sriwijaya. Museum tersebut untuk melestarikan nilai-nilai perjuangan dan kepahlawanan para pejuang kemerdekaan pada masa revolusi fisik tahun 1947-1949. Waktu itu, Kota Lubuk Linggau merupakan pusat pemerintahan sipil dan pusat komando tertinggi TNI untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan.

kbmpr

LEAVE A REPLY