Bhineka Tunggal Ika Sebagai Jangan Jadi Semboyan Saja !

0
308

Bhinneka Tunggal Ika sudah kita pahami dari dahulu, tetapi mengapa masih saja banyak terjadi konflik yang disebabkan oleh adanya perbedaan-perbedaan itu? Apakah ada yang salah dalam cara kita memandang perbedaan atau keragaman?

Hal itu dilontarkan oleh Eddy Prabowo Pimpinan Badan Sosialisasi MPR RI. Menurutnya Nilai Keanekaragaman tersebut bukanlah merupakan perbedaan yang bertentangan namun justru keanekaragaman itu bersatu dalam satu sintesa yang pada gilirannya justru memperkaya sifat dan makna persatuan bangsa dan negara Indonesia.

“Dalam praktek tumbuh dan berkembangnya persatuan suatu bangsa – nasionalisme terdapat dua aspek kekuasaan yang mempengaruhi yaitu kekuasaan fisik (lahir), atau disebut juga kekuasan material yang berupa kekerasan, paksaan dan kekuasaan idealis (batin) yang berupa nafsu psikis, ide-ide dan kepercayaan-kepercayaan,” ujarnya ketika acara sosialisasi empat pilar di Kabupaten Musi Rawas,(16/11)

Politisi yang juga dapil sumsel 1 ini menambahkan Proses nasionalisme (persatuan) yang dikuasai oleh kekuasaan pisik akan tumbuh dan berkembang menjadi bangsa yang bersifat materialis. Sebaliknya proses nasionalisme (persatuan) yang dalam pertumbuhannya dikuasai oleh kekuasaan idealis maka akan tumbuh dan berkembang menjadi negara yang ideal yang jauh dari realitas bangsa dan negara.

“Oleh karena itu bagi bangsa Indonesia prinsip-prinsip nasionalisme itu tidak berat sebelah, namun justru merupakan suatu sintesa yang serasi dan harmonis baik hal-hal yang bersifat lahir maupun hal-hal yang bersifat batin,” ungkapnya

Eddy juga menyebutkan bahwa Prinsip tersebut adalah yang paling sesuai dengan hakikat manusia yang bersifat monopluralis yang terkandung dalam Pancasila.Di dalam perkembangan nasionalisme didunia terdapat berbagai macam teori antara lain Hans Kohn yang menyatakan bahwa: “Nasionalisme terbentuk ke persamaan bahasa, ras, agama, peradaban, wilayah negara dan kewarganegaraan“.

“Bangsa tumbuh dan berkembang dari analisir-analisir akar-akar yang terbentuk melalui jalannya sejarah. Dalam masalah ini bangsa Indonesia terdiri atas berbagai macam suku bangsa yang memiliki adat-istiadat dan kebudayaan yang beraneka ragam serta wilayah negara Indonesia yang terdiri atas beribu-ribu kepulauan,” pungkasnya (qih)

LEAVE A REPLY