Masa Tahanan Penyuap Auditor BPK Diperpanjang KPK

0
440
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

JAKARTA, Nawacita – Komisi Pemberantasan Korupsi memperpanjang masa penahanan Setia Budi, Manajer Cabang Purbaleunyi, PT Jasa Marga, tersangka penyuap auditor Badan Pemeriksa Keuangan.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan perpanjangan penahanan terhadap Setia Budi dilaksanakan selama 40 hari dimulai 2 November hingga 11 Desember 2017.

“Perpanjangan penahanan ini dilakukan karena penyidik ingin mendalami lebih jauh perihal penyuapan yang terjadi,” ujarnya Rabu (1/11/2017).

Seperti diketahui, jual-beli temuan dalam pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan menjadi andalan para auditor nakal untuk mengeruk keuntungan pribadi.

Hal tersebut diduga dilakukan oleh Auditor Madya Badan Pemeriksa Keuantan (BPK) Sigit Yugoharto yang menjadi tersangka penerimaan suap sepeda motor Harley Davidson tipe sport 883R seharga Rp115 juta dari General Manager PT Jasa Marga (Persero) Cabang Purbaleunyi.

Sigit yang bertugas pada Sub Auditorat VII merupakan ketua tim pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT) pada PT Jasa Marga (Persero) Cabang Purbaleunyi.

Audit tersebut dilakukan tahun ini untuk pemeriksaan pengerjaan pekerjaan pemliharaan periodik rekonstruksi jalan dan marka jalan 2015 dan 2016 terkait indikasi lebih bayar pada pekerjaan tersebut.

Dalam proses audit tersebut, diduga ada tawar-menawar terkait temuan, antara Sigit dan Setia Budi, General Manager PT Jasa Marga (Persero) Cabang Purbaleunyi.

Pada akhir Agustus 2017, Setia Budi mengirimkan sepeda motor Harley Davidson tersebut ke kediaman Sigit dan berdasarkan informasi itulah KPK kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya meningkat menjadi penyidikan dan menetapkan Sigit sebagai tersangka dan menahannya, Rabu (20/9/2017).

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, Sigit Yugoharto dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang (UU) No.31/ 1999 yang diperbaharui dalam UU No.20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sementara Setia Budi selaku pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU yang sama.

bsn

LEAVE A REPLY