Jokowi Akui Indonesia Kebanyakan Aturan

0
421
Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Jakarta, NawacitaPresiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluhkan banyaknya peraturan yang ada Indonesia bahkan jumlahnya mencapai 42 ribu.

Adapun aturan tersebut mulai dari Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Peraturan Menteri hingga Peraturan Gubernur, wali kota dan bupati di daerah.

Ia menilai aturan yang terlalu banyak itu banyak menghambat investasi dan banyak yang tumpang tindih. Sehingga perlu penghapusan terhadap aturan-aturan itu.

“Negara ini memang kebanyakan aturan. Memang banyak regulasi ada 42 ribu aturan, dari 42 ribu itu ada yang bertentangan. Sebanyak 3.153 Perda dihapus, tapi di judicial review di MK kalah,” kata Jokowi saat menghadiri Rembug Nasional Ke-3 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (23/10/2017).

Lebih lanjut, Jokowi meminta langsung kepada jajaran kabinetnya untuk tak perlu menggunakan kajian dalam penghapusan aturan-aturan tersebut.

Menurutnya, jika aturan-aturan tersebut melalui kajian, 100 tahun tak akan tuntas. Dengan demikian tak melalui kajian menjadi cara yang dilakukan pemerintah.

“Saya bilang ‘enggak usah pakai kajian, lihat langsung hapus’. Kita sudah hitung ada 3.153 (aturan) tapi di MK kalah. Laju pemerintah lambat dalam membangun Indonesia salah satunya ya gara-gara ini. Terlalu banyak peraturan di negara kita,” paparnya.

Selain itu, Jokowi mengaku telah meminta kepala daerah dan jajaran DPR agar tak perlu lagi membuat banyak aturan, apalagi yang menghambat kemajuan bangsa.

“Saya bilang (ke gubernur) setahun satu cukup, saya bilang ke DPR setahun satu, dua, tiga cukup tapi berkualitas. Jangan undang-undang dijadikan proyek,” tandasnya.

inlh

LEAVE A REPLY