Kesenjangan Ekonomi Sebagai Efek Samping Globalisasi

0
445
BI KPW Lampung menggelar acara dinner talk di kantor setempat, Kamis (19/10/2017) malam, yang dihadiri seluruh peserta pleno ISEI XIX.

BANDAR LAMPUNG,Nawacita.coPendapatan per kapita Indonesia meningkat dan angka kemiskinan menurun, tetapi terjadinya kesenjangan ekonomi sebagai efek samping globalisasi. Untuk itu, kebijakan Indonesia dalam mengatasi kesenjangan harus memiliki terobosan seiring dengan meningkatnya pembangunan transportasi dan teknologi lainnya.

“Kami menginginkan semua komponen bangsa Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati kue pembangunan, seperti penyerapan tenaga kerja,” kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara dalam acara dinner talk di lantai IV Kantor Bank Indonesia Wilayah Lampung, Kamis (19/10/2017) malam.

Acara dalam rangkaian pleno ISEI XIX yang dihadiri seluruh peserta itu, termasuk Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Lampung Arief Hartawan, Ketua Umum ISEI Pusat Muliaman D Hadad, mantan Gubernur Bank Indonesia Burhan Abdurahman, Dewan Komisioner OJK Pusat Firdaus Djaelani, Ketua ISEI Lampung Ayi Ahadiyat, Kepala Bappeda Lampung Taufik Hidayat, dan Kepala OJK Indra Krisna.

Mirza menambahkan dalam menghadapi masalah ekonomi di Indonesia ada hal penting yang perlu menjadi perhatian, yakni tingkat kesenjangan di kota jauh lebih tinggi dari desa. Hal itu disebabkan karena sulitnya memperoleh pekerjaan yang layak.

Oleh sebab itu, peran Bank Indonesia bersama Otoritas Fiskal dan OJK sangat dibutuhkan agar ekonomi Indonesia terbilang stabil. Peran kebijakan mengendalikan laju inflasi karena kenaikan harga barang dan jasa itu dapat meningkatkan kesenjangan ekonomi. Terobosan harus dilakukan untuk memutus kesenjangan itu.

“Terdapat 69 bank dari total 115 bank yang menyalurkan 12% kredit UMKM. Program elektronifikasi, yakni mengupayakan efisiensi dan pemerataan akses transaksi nontunai yang nyaman,” kata dia. (LP )

LEAVE A REPLY