Gubernur Lepas 1500 Peserta Fashion Carnaval Silk

0
408

Makasar,Nawacita.co- Dinas Perindustrian Provinsi Sulawesi Selatan menghadirkan Gelar Fashion Carnaval Silk South of Sulawesi 2017 sebagai rangkaian HUT Sulsel ke-348 di Depan Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman Makassar, Sabtu (14/9/2017).

Fashion Carnaval ini diikuti oleh 73 tim dan 1500 orang peserta yang dibagi menjadi dua Kategori berupa 18 tim dari SMK/SMK dan perguruan tinggi dan 55 tim dari Organisasi Perangkat Daerah Sulsel, TNI, Polri kabupaten/kota, BUMN, perbankan, perhotelan, retail dan asosiasi.

Karnaval ini dibuka dengan tari perang Cica Mataram dari Nusa Tenggara Timur, selain itu tampil megah dan mengesangkan dengan kostum karnaval dari Bali Carnaval, Banyuwangi Etnoc Carnaval, Solo Batik Carnaval.

Kepala Dinas Perindustrian Sulsel, Ahmadi Akil menerangkan, kegiatan karnaval ini merangsang kreativitas produk lokal.

“Karnaval ini daiharapkan dapat menumbuh kembangkan produk lokal dan menciptakan sarana berapresiasi dan kreativitas serta memberikan kesempatan pada IKM dalam meningkatkan kesejateraan mereka,” kata Ahmadi.

Kegiatan ini juga sebagai ajang promosi potensi Sulsel yang telah menjadi event tahunan memperingati HUT Sulsel.

Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo menyebutkan karnaval ini menjadi catatan penting pada HUT ke-348 Sulsel lebih maju, modern dan mandiri dalam kebersamaan.

“Kita berharap hari jadi bukan hanya kegiatan baris berbaris saja atau seremonil.  Saya yakin fashion karnaval ini ajang kreativitas, kreasi dan desain yang besar. Membuat kita lebih maju dan modern,” ujar Syahrul.

Salah satu peserta yaitu Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulsel wilayah Jakarta dengan nomor urut 53. Mereka membawa perwakilan peserta dari Jakarta dengan 48 kontingen.

Tampil memukau dengan tema Pa’Rimpungan dengan mengakat konsep persatuan budaya tiga etnis daerah di Sulawesi Selatan yang kaya akan adat dan budaya.

“Kami hadir dengan makna A’Bulo Sibatang yaitu bersatunya kata dan perbuatan, walaupun berbeda-beda suku dan adat namun tetap terjalin dalam satu kesatuan yg saling mendukung antara satu dengan yang lain,” jelas Ahmad Abdullah selaku Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulsel. ( humas)

LEAVE A REPLY