Partisipasi Warga Jakarta Pada Imunisasi MR Turun

0
281
Ilustrasi Imunisasi MR.
Ilustrasi Imunisasi MR.

Jakarta, Nawacita Data capaian kampanye imunisasi measless rubella (MR) DKI Jakarta menunjukkan urutan nomor dua terkahir tahun ini.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto membenarkan bahwa partisipasi warga terhadap imunisasi MR mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Iya (urutan akhir), satu sebelum Banten,” ujar Koesmedi di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/10/2017).

Menurut Koesmedi, faktor menurunnya partisipasi warga karena banyak hal. Di antaranya faktor kehalalan dan sulitnya menembus sekolah swasta Internasional dan apartemen-apartemen.

“Banyak masalahnya. Penolakan terhadap kehalalan, terus sekolah-sekolah internasional, apartemen-apartemen, itu kan susah dimasukin ya,” ujar dia.

Terkait kehalalan, Koesmedi mengakui masih ada orangtua di Jakarta yang meragukan kehalalan imunisasi MR. Saat ini, MUI tengah memeriksa kehalalal vaksin tersebut.

“Saya sudah ketemu MUI, mereka bilang lagi dalam proses pemeriksaan,” kata Koesmedi.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta, kata Koesmedi, sudah melakukan penyuluhan agar orangtua mau mengizinkan anaknya untuk imunisasi.

“Teman-temen kita itu enggak main-main di MR ini, masuk sekolah internasional, kita ke mal-mal, kita masuk apartemen, kita masuk rumah-rumah susun, kita masuk pasar. Didatangi semua tempat-tempat hiburan, tempat-tempat rekreasi itu kita datangi semua,” ujarnya.

Berdasarkan data, ada 2.446.569 anak di Jakarta yang harus diimunisasi MR untuk memutus transmisi penularan penyakit campak dan rubella. Namun, hingga 3 Oktober, anak yang sudah diimunisasi periode Agustus-September 2017 belum 100 persen atau baru sebanyak 2.241.233 anak atau 91,61 persen.

lpt6

LEAVE A REPLY