Gus Ipul Dukung langkah BPOM Dalam lakukan Pemberantasan Obat Ilegal

0
444
Wakil gubenur jatim saifulah yusuf bersama jajaran seperti bnn dan bea cukai, kejaksaan melakukan pemusnahaan barang bukti obat ilegal

Surabaya,Nawacita.co – Pemberantasan Obat Ilegal, tidak bisa dilakukan satu pihak. Dibutuhkan sinergi dan kerjasama dari berbagai instansi seperti BBPOM, Kejaksaan, Kepolisian hingga petugas di pelabuhan atau bandara seperti bea cukai. Seperti diketahui, belum lama ini dilakukan penggrebekan gudang obat terlarang di Surabaya. Ini berarti Surabaya masih dijadikan transit bagi peredaran obat ke berbagai daerah. Kami minta bea cukai untuk melakukan pengawasan yang lebih ketat

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf saat menghadiri Pencanangan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat di Kantor Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya di Jalan Karangmenjangan 20 Surabaya, Rabu (4/10/2017).

Dengan demikian fenomena obat illegal dan penyalahgunaan obat harus segera diatasi, bila tidak akan semakin meluas. Selain itu, obat-obatan ini sangat berbahaya karena menyerang syaraf dan otak, sehingga mampu merusak Sumber Daya Manusia (SDM). SDM ini erat kaitannya dengan daya saing, bila daya saing rendah, otomatis pertumbuhan ekonomi juga terhambat, katanya.

Komitmen ini juga ditunjukkan Pemprov Jatim dengan terus mendukung langkah BPOM/BBPOM dalam melakukan pemberantasan obat ilegal. Sekaligus sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2017 tentang Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan yang melibatkan instansi lintas sektor sesuai tugas pokok, fungsi dan kewenangannya masing-masing. Kami siap mem-back up BBPOM Surabaya terkait pemberantasan obat terlarang terutama di Jatim, tegas Gus Ipul,

Pemberantasan ini, lanjutnya, tidak bisa dilakukan satu pihak. Dibutuhkan sinergi dan kerjasama dari berbagai instansi seperti BBPOM, Kejaksaan, Kepolisian hingga petugas di pelabuhan atau bandara seperti bea cukai. Seperti diketahui, belum lama ini dilakukan penggrebekan gudang obat terlarang di Surabaya. Ini berarti Surabaya masih dijadikan transit bagi peredaran obat ke berbagai daerah. Kami minta bea cukai untuk melakukan pengawasan yang lebih ketat biarpun sebenarnya gudangnya ada di Jawa Tengah, katanya.

Ditambahkannya, Pemprov Jatim bersama berbagai instansi seperti Komisi E DPRD Jatim, Dinas Kesehatan, BPOM, Polda Jatim, BNN Provinsi Jatim, Disnakertrans, Dispora dan Kwarda Pramuka Jatim membentuk Forum Pengendalian dan Pencegahan Obat (FP2O) terlarang di Jatim. Kita punya dashboard yang anggotanya dari kepolisian dan bea cukai. Bila sudah penegakan hukum maka kepolisian yang bertindak, tegas orang nomor dua di Jatim ini.

Di akhir sambutannya, Gus Ipul berpesan kepada para orang tua untuk lebih waspada karena obat ilegal banyak menyasar anak-anak dan remaja. Selain itu, masyarakat harus berperan aktif dengan melaporkan bila ada hal-hal mencurigakan. Mari bergandeng tangan membantu BBPOM dalam aksi ini, pungkasnya ( Dny )

LEAVE A REPLY