37 Tahun Mangkrak, Pembangunan Bendungan Karian Sudah 47%

0
561
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) meninjau proyek pembangunan Bendungan Karian di Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (4/10). Pembangunan Bendungan Karian sudah mencapai 47 persen dan nantinya jika sudah berfungsi akan mampu menghasilkan air baku untuk keperluan air bersih masyarakat, irigasi serta suplai listrik sebesar 1,8 Mega Watt.

Banten,Nawacita.co — PEMBANGUNAN Bendungan Karian, di Kabupaten Lebak, Banten kini sudah memasuki 47% progres penyelesaian sejak Oktober 2015 lalu. Bendungan ini sempat mangkrak selama 37 tahun sejak 1980-an padahal bendungan Karian dapat mengaliri air baku ke Banten dan DKI Jakarta.

“Waduk Karian ini sudah direncanakan sejak tahun 80-an. Kemudian tiga tahun yang lalu kita eksekusi untuk dikerjakan. Waduk ini adalah waduk terbesar ketiga setelah Jatiluhur dan Jatigede,” ungkap Presiden Joko Widodo usai peninjauan progres Bendungan Karian di Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (4/10).

Presiden Jokowi didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Presiden melihat langsung proses pembangunan bendungan. Jokowi mengatakan saat ini ada 49 bendungan atau waduk yang menjadi program pembangunan pemerintahannya.

“Kalau berbicara waduk secara keseluruhan sampai saat ini telah bangun 33 waduk dari 49 waduk yang direncanakan. Tahun depan akan ada tambah 11 waduk lagi yang dibangun, tahun depan dibangun sisanya,” ujar Jokowi.

Bendungan Karian yang dibangun dengan menggunakan sumber dana pinjaman dari Korea Rp1,07 triliun itu akan memiliki kapasitas sebesar 314,7 juta meter kubik. Bendungan ini kelak diharapkan dapat mengairi lahan seluas 22.000 hektare, menyediakan pasokan air baku untuk wilayah Banten dan DKI Jakarta, dan bisa dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air sebesar 1,8 MW.

“Ini dibendung dari Sungai Ciujung dan Sungai Ciherang. Kita harapkan dengan waduk ini bisa mengairi lahan kurang lebih 22 ribu hektare di Provinsi Banten dan yang kedua bisa menjadi air baku bagi Provinsi Banten dan Jakarta. Yang ketiga juga ada pembangkit listrik tenaga air di sini nantinya,” jelas Jokowi.

Presiden sendiri menargetkan pembangunan bendungan ini dapat diselesaikan pada 2019 mendatang. Target tersebut ia berikan setelah melihat langsung pengerjaan di lapangan yang berjalan sesuai dengan harapan.

Dalam Kesempatan yang sama, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan di Banten selain ada bendungan Karian, juga ada bendungan Sindang Heula yang terletak di Serang.

“Ada dua waduk di Banten ini, satu Sindang Heula, satu lagi Karian ini. Ini sekarang airnya itu kalau dulu belum ada waduk sehingga menjadi daerah irigasi, ramp off irigation system. Jadi tergantung hujan. Paling ada bendung pamarayan yang ada di hilir. Nah ini akan kita jadikan tampungan,” kata Basuki.

Basuki mengatakan nantinya bendungan seluas 2.100 hektare akan digenangi.

“Lahan yang akan digenangi ini 2.100 hektare, sekarang sudah hampir separuhnya dibebaskan. Selain itu di Banten ini, ini memang belum pernah dikunjungi Pak Presiden, jadi berkunjung di sini. Satu lagi ada lebih kecil (bendungan Sindang Heula) itu juga nanti bisa diselesaikan mudah-mudahan lebih cepat 2018. Itu juga untuk membantu irigasi 1.000 hektare. Kemudian untuk air baku daerah serang dan sekitarnya,” terang Basuki.

Pemerintah menargetkan pertengahan 2019 bendungan Karian rampung dikerjakan dan siap digenangi di awal 2020.

“Kita 2019 akan selesai kita tutup supaya menggenang. Kira-kira 1 musim bisa penuh baru bisa kita gunakan,” ungkap Basuki.

MI

LEAVE A REPLY