Kemenangan Novanto Beri Pesan Penting Untuk KPK

0
300
Setya Novanto.
Setya Novanto.

Jakarta, NawacitaPutusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan yang membatalkan status tersangka Setya Novanto memberi pesan penting bagi KPK. Di sisi lain, Komisi Yudisial (KY) yang memiliki kewenangan menjaga keluhuran dan martabat hakim juga harus menyampaikan ke publik terkait temuannya dalam pra peradilan Setya Novanto tersebut.

Publik bisa saja tak puas atas putusan hakim tunggal Cepi Iskandar atas permohonan pra peradilan Setya Novanto yang diajukan di PN Jakarta Selatan. Publik bisa saja membuat meme yang bernada sarkastis yang ditujukan betapa kuatnya Setya Novanto hingga ia bisa terbebas dari jeratan hukum oleh KPK dalam kasus E-KTP ini. Namun, palu hakim telah diketuk dan hasilnya mengabulkan permohonan Setya Novanto pada Jumat (29/9/2017) lalu.

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan Publik dan Hukum (Puskapkum) Rahmat Saputra mengatakan kekalahan KPK dalam pra peradilan yang diajukan Setya Novanto harus diikuti dengan melakukan evaluasi dan koreksi diri di internal KPK.

“Mengamati proses persidangan pra peradilan Setya Novanto di PN Jakarta Selatan dan pertimbangan hakim dalam memutus perkara ini memberi pesan penting agar KPK lebih prudence dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka dalam kasus korupsi,” ujar Rahmat di Jakarta, Selasa (3/10/2017).

Lebih lanjut Rahmat, mengatakan prinsip kehati-hatian ini penting agar agenda pemberantasan korupsi tidak terseok-seok lantaran terdapat prosedur yang diabaikan oleh KPK. “Kehati-hatian yang dimaksud dikaitkan dalam operasi tangkap tangan maupun penetapan tersangka pada kasus korupsi oleh KPK, jangan sampai meninggalkan substansi. Penetapan tersangka harus benar-benar sesuai penegakan hukum dalam hukum acara,” pesan Rahmat.

Menurut dia, pembatalan status tersangka KPK oleh pengadilan tidak hanya kali ini saja. Sebelumnya juga menimpa Hadi Poernomo serta Budi Gunawan yang lepas dari jeratan KPK karena gugatannya dikabulkan majelis hakim. “Makanya, KPK baiknya melakukan instrospeksi dan evaluasi atas kerjanya. Itu jauh lebih bijak,” saran pengajar Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta ini.

Kendati demikian, Rahmat tidak menampik putusan hakim tersebut menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Untuk menyudahi polemik tersebut, ia berharap Komisi Yudisial (KY) menyampaikan hasil pemantauannya atas proses persidangan pra peradilan yang diajukan Setya Novanto.

“Kami mendorong Komisi Yudisial (KY) untuk menyampaikan hasil pantauannya dalam proses pra peradilan ini yang bertujuan untuk menjaga martabat dan keluhuran hakim. Jika memang ada bukti atas dugaan pelanggaran kode etik dan prilaku hakim, KY jangan segan-segan untuk memrosesnya,” pinta Rahmat.

Begitu juga sebaliknya, imbau Rahmat, bila tidak ada temuan dugaan pelanggaran etik oleh hakim dalam proses pra peradilan tersebut, KY juga sampaikan ke publik secara terang dan transparan. “Agar keluhuran dan martabat hakim tetap terjaga,” tandas Rahmat.

Sebelumnya Ketua Komisi Yudisial Aidul Fitriciada Azhari akhir pekan lalu menyampaikan akan melakukan pemeriksaan terhadap putusan hakim terkait permohonan pra peradilan Setya Novanto. KY akan melihat prilaku murni serta adakah pengaruh dari luar atas putusan tersebut.

“KY akan melakukan pemantauan setelah selesai kita periksa putusan dan seterusnya dan melihat ada aspek perilaku murni tidak imparsial dan ada pengaruh dari pihak luar sangat penting buat kami. Kasus ini tendensi politiknya tinggi,” ungkap guru besar Universitas Muhamadiyah Surakarta ini.

inlh

LEAVE A REPLY