Bupati Faida Anggap Undangan DPRD Jember Tak Tepat

0
330
Bupati Jember Faida
Bupati Jember Faida

Jember, Nawacita – Bupati Faida menganggap undangan dari DPRD Jember untuk membahas dualisme kewenangan penandatanganan dokumen administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat tidak tepat.

Hal ini dikemukakan Faida kepada wartawan, di sela-sela acara menerima kunjungan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di Bandara Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Minggu (20/8/2017).

“Memang tidak tepat memanggilnya, karena kami sudah ada komitmen dengan Ketua DPRD. Kami berkomitmen dalam sepuluh hari ini kami akan menyelesaikan Perubahan APBD 2017 dan APBD 2018. Jadi undangan-undangan itu tidak tepat diberikan pada saat itu. Kami ada yang lebih prioritas, karena kalau itu tertunda, maka yang dirugikan masyarakat,” kata Faida.

DPRD Jember tiga kali mengundang sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Jember untuk membahas persoalan dualisme kewenangan di tubuh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, pada Selasa (15/8/2017), Rabu (16/8/2017), dan Jumat (18/8/2017). Namun tiga kali para pejabat mangkir, tak hadir tanpa memberitahukan.

Padahal, persoalan administrasi kependudukan telah menjadi isu publik, menyusul temuan Komisi A DPRD Jember tentang adanya dua pejabat yang menandatangani berkas dokumen. Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Arief Tjahjono tetap menandatangani berkas administrasi kependudukan (adminduk) kendati sudah dimutasi menjadi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Arief menandatangani, karena namanya yang mendapat mandat resmi dari Kementerian Dalam Negeri.

Namun, ternyata berkas adminduk juga ditandatangani Sekretaris Dinas Sri Wahyuniati yang masih berstatus Pelaksana Tugas Kepala Dispendukcapil. Temuan ini berpotensi membingungkan dan merugikan masyarakat. Ini karena kartu keluarga pernah ditandatangani Wahyuniati sempat tidak diakui Menteri Dalam Negeri, namun terlanjur didistribusikan ke masyarakat.

Bagaimana komunikasi selanjutnya dengan DPRD Jember? “Setelah minggu ini, kami akan melanjutkan undangan untuk rapat dengan empat kementerian urusan ini (pengembangan Bandara Notohadinegoro). Kita ketahui sama-sama bahwa ini agenda perjuangan Jember. Minggu ini adalah minggu-minggu yang menentukan masa depan Jember. Jadi itu prioritas,” kata Faida.

Sebelumnya, di acara lainnya, Faida mengatakan, masyarakat tak perlu resah soal kontroversi adminduk. “Apa yang mereka terima saat ini adalah sah untuk dipergunakan,” katanya.

bj

LEAVE A REPLY