Upacara Bendera di Tengah Lumpur dan Banjir di Kaltim

0
649
Upacara tetap berjalan khidmat dan lancar meski hujan dan berlumpur. Para Paskibra tetap tegap berjalan meski sepatu dan pakaian mereka penuh lumpur.
Upacara tetap berjalan khidmat dan lancar meski hujan dan berlumpur. Para Paskibra tetap tegap berjalan meski sepatu dan pakaian mereka penuh lumpur.

Jakarta, Nawacita –  Momen perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia di kawasan Kalimantan Timur, sedikit berbeda. Upacara pengibaran bendera dilaksanakan di tengah kubangan lumpur dan banjir.

Meski demikian, upacara tetap berjalan khidmat dan lancar. Para Paskibra tetap tegap berjalan meski sepatu dan pakaian mereka penuh lumpur.

Peristiwa mengharukan itu terjadi di Kecamatan Sebulu, Kutai Kertanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Kamis 17 Agustus 2017. Upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia dilakukan di tengah hujan dan lapangan becek.

Hujan yang turun sejak malam sebelumnya, membuat lapangan tempat berlangsungya peringataan HUT ke-72 RI becek dan berlumpur.

Kondisi serupa tetap terjadi dikala momen penurunan bendera. Lumpur yang belum kering tidak menyurutkan semangat para paskibraka untuk tetap menunaikan tugas mulianya.

Ketua Panitia Peringatan HUT ke-72 RI, Abdul Khadir mengatakan hujan yang turun sangat deras dan tidak menghilangkan semanat para Paskibra.

“Ketika acara detik-detik proklamasi hendak dimulai, hujan turun cukup deras. Tapi tidak menyurutkan semangat adik-adik Paskibraka,” kata Khadir, di Kukar, Rabu 17 Agustus 2017.

Selain di Kukar, di Samarinda upacara pengibaran bendera berlangsung di tengah kepungan banjir. Para Paskibra terpaksa harus berjalan membawa bendera tanpa alas kaki. Sementara Paskibra pria menggulung celana selutut.

LEAVE A REPLY