KPK Memanggil Markus Nari Sebagai Tersangka

0
405
Anggota DPR Markus Nari
Anggota DPR Markus Nari

Jakarta, NawacitaPenyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil anggota DPR Markus Nari untuk dimintai keterangan sebagai tersangka kasus menghalangi penyidikan dan penuntutan kasus e-KTP.

Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan yang pertama kali setelah Markus Nari dijadikan sebagai tersangka oleh KPK pada Jumat (2/6/2017) lalu.

“MN hari ini kami agendakan diperiksa sebagai tersangka. Selain MN kami juga periksa Muhamad Gunadi alias gugun, sopir dari MN,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Kamis (15/6/2017).

Dalam penyidikan kasus ini, penyidik sudah memeriksa saksi lain yaitu Robinson, seorang pengacara. Kedepan kata Febri akan banyak saksi-saksi lain yang segera diperiksa KPK demi menuntaskan kasus ini.

Markus Nari dijadikan sebagai tersangka karena diduga menghalangi penyidikan dan penuntutan kasus e-KTP. Markus Nari diduga mempengaruhi Irman dan Sugiharto, yang merupakan terdakwa e-KTP dalam proses penyidikan dan penuntutan kasus ini.

Markus juga diduga memengaruhi anggota DPR Miryam S Haryani untuk tidak memberikan keterangan yang sebenarnya saat bersaksi di pengadilan. Dan berujung pada pencabutan seluruh BAP miliknya.

KPK sebelumnya menggeledah kediaman pribadi milik Markus di daerah Pancoran, Jakarta Selatan. Kemudian, di rumah dinas di Kompleks Perumahan Anggota DPR di Kalibata, Jakarta Selatan.

Hasilnya, penyidik menemukan copy berkas berita acara pemeriksaan (BAP) atas nama Markus Nari dan ponsel serta USB. Barang-barang tersebut kemudian disita sebagai barang bukti.

Markus Nari yang merupakan politisi Partai Golkar itu disebut menerima uang sekitar Rp 4 miliar dalam pengadaan e-KTP. Namun, Markus membantah hal itu saat memberikan keterangan sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/4/2017).

Atas perbuatannya, Markus disangka melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sumber: inilah.com

LEAVE A REPLY