SURABAYA,NAWACITA – PDIP Surabaya memahami besarnya harapan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi Gubernur Jatim. Namun PDIP punya mekanisme dalam penentuan kandidat yang diusung pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim.
“Ya juga mendengar kabar# diunggulkan. Karena rekam jejak pemerintahan di Kota Surabaya sangat baik. Di Pilkada Surabaya 2015, Bu Risma meraih suara 86,3 persen. Suatu dukungan publik yang sangat mutlak bagi Bu Risma,” jelas Adi Sutarwijono, Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya kepada wartawan, Rabu (1/2/2017).
Namun, buru-buru ia meminta publik memahami karakter wali kota perempuan pertama di Surabaya yang menjabat dua periode tersebut. Karena menurut Adi, dalam konsepsi Bu Risma, jabatan itu adalah amanah.
“Karakter Bu Risma memang tidak mau meminta-minta jabatan. Hari-harinya dihabiskan untuk bekerja di pemerintahan. Tugas-tugas hari ini, dikerjakan habis-habisan. Ibarat pepatah, biji yang baik bakal jatuh di tempat yang baik. Tentang tugas-tugas di masa depan, Bu Risma tidak pernah memikirkan,” jelas dia.
Ia mencontohkan saat menjelang penetapan calon gubernur DKI. Risma yang tidak menyatakan kesediaan maju pada pilgub DKI terbukti membuat tingkat popularitasnya terus meningkat.
“Jadi wajar jika popularitas Bu Risma saya yakin sangat tinggi. Juga keterpilihan dia. Itu bisa dilihat dalam kontestasi Pilgub DKI yang lalu, dimana popularitas Bu Risma terus meningkat hingga kabarnya mencapai 34 persen. Sebelum akhirnya PDIP memutuskan untuk mengajukan pasangan Ahok-Djarot di Jakarta,” terangnya.
Yang pasti, kata Adi, PDIP belum memutuskan calonnya karena Pilgub Jatim akan digelar 2018. Mekanisme internal akan dilakukan partai untuk menentukan sosok calon resmi.
“DPD PDIP Jatim belum mengumumkan apa pun terkait itu. Normalnya akan didahului dengan penjaringan dan penyaringan calon-calon. Di PDIP itu, yang saya kenal, mekanisme organisasi dijalankan dahulu, baru kemudian diambil keputusan,” katanya.
Dan yang tidak kalah penting, PDIP dalam proses tersebut juga akan melakukan survei terlebih dahulu. Langkah itu untuk mengetahui popularitas dan keterpilihan calon-calon.
Sekali lagi, politisi yang menjadi Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim ini bisa memahami keinginan masyarakat Jatim yang mengharapkan Wali Kota Risma menjadi Gubernur Jatim.
“Itu wajar. Karena akselerasi karir lebih lanjut dari kader-kader PDIP yang ditugaskan di pemerintahan,” imbuhnya.
Sejumlah nama yang masuk bursa dan memiliki peluang besar mendapat rekomendasi dari DPP PDIP adalah Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Tri Rismaharini dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
SUMBER : DETIK

