Petrokimia Pasarkan Pupuk Komersial 5.000 Ton

0
433
Ilustrasi
Ilustrasi

GRESIK, NAWACITA – PT Petrokimia Gresik (PG) mulai merambah pupuk komersial untuk ritel. Tahap pertama bakal diproduksi pupuk phonska plus sebanyak 5.000 ton. Rencananya, pihak manajemen perusahaan pelat merah itu launching di Pulau Dewata.

Pasalnya, penggunaan pupuk di Bali cukup rendah. Berbeda dengan Pulau Jawa yang tingkat penggunaan pupuknya tinggi. Manajer Humas PT Petrokimia Gresik Yusuf Wibisono mengatakan, antusiasme petani akan pupuk komersial cukup tinggi. Buktinya, meski baru diproduksi sebanyak 5.000 ton pada tahap pertama, yang inden atau pesan mencapai 8.000 ton.

“Alasan manajemen menjual pupuk komersial karena sebelumnya ada wacana regulasi pupuk bersubsidi akan dicabut. Sebagai antisipasinya, manajemen memperkenalkan pupuk komersial yang difokuskan ke ritel”. Dia menjelaskan, bila jenis pupuk phonska plus merupakan pupuk majemuk.

Selama ini jenis pupuk tersebut masuk dalam kategori pupuk subsidi. Namun, saat ini dapat diproduksi secara komersial untuk ritel. Makanya, model penjualannya dijual bebas, tidak seperti pupuk bersubsidi. Yusuf menambahkan, untuk menyiapkan penjualan pupuk komersial itu, manajemen PG telah menyiapkan semacam kompartemen atau lebih dikenal dengan kompartemen penjualan.

Kompartemen itu nantinya tidak hanya menjual, melainkan juga mengawasi peredaran pupuk komersial. “Nantinya, penjualan pupuk tersebut mengandalkan distributor,” kata dia. Selain itu, lanjut Yusuf, juga memanfaatkan gudang penyangga milik PG. Makanya, petani bisa membeli pupuk phonska plus di distributor.

Bahkan bisa juga langsung beli di gudang penyangga PG tanpa melalui gabungan kelompok tani (gapoktan) serta rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK). Tentang potensi tumpang tindih dengan alokasi pupuk subsidi, Yusuf menyatakan, bila segmen pembelinya berbeda. Sebab, kuota pupuk bersubsidi tahun depan sama dengan tahun ini.

Bahkan, berdasarkan laporan yang masuk, kuota pupuk bersubsidi berkurang 1 juta ton. “Tahun depan kuota pupuk bersubsidi yang dibebankan oleh PG sebanyak 8,5 juta ton,” Tahun ini, masih ungkap Yusuf, yang besarannya mencapai 9,5 juta ton disesuaikan dengan anggaran dari pemerintah.

Yang kekurangan 1 juta ton dimanfaatkan untuk menjual pupuk komersial dari total kebutuhan pupuk bersubsidi secara nasional sebesar 14 juta ton. “Nantinya, ada yang berbeda dalam penyalurannya 1 juta ton ditahan dulu dan melihat kondisinya”.

sumber : okezone.com

LEAVE A REPLY