Bank Jatim Bukukan Laba Rp836,58 Miliar

0
556
Ilustrasi
Ilustrasi

SURABAYA, NAWACITA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim pada triwulan III/2016 berhasil membukukan laba sebesar Rp836,58 miliar, tumbuh 20,11 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Pendapatan bunga bersih masih menjadi kontributor utama terhadap total pendapatan perseroan. Direktur Utama (Dirut) Bank Jatim, Soeroso mengatakan, pada triwulan III tahun pendapatan bunga bersih bank pelat merah ini mencapai Rp2,54 triliun, naik 6,86% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan bunga bersih tersebut bersumber dari penyaluran kredit yang mencapai Rp29,62 triliun.

Memang pendapatan bunga bersih masih menjadi kontributor utama pendapatan. Namun pihaknya akan mengoptimalkan pendapatan berbasis biaya (fee based income). Fee based income berkontribusi 20 persen. “Fee based income bersumber dari cash management dengan mengoptimalkan cabang menjadi bank devisa, yang saat ini baru tujuh kantor cabang dan akan ditingkatkan di semua kantor cabang,” katanya.

Meski kredit hanya tumbuh 1,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, perseroan melakukan penurunan suku bunga kredit untuk beberapa segmen. Jadi, pendapatan bunga bersih meningkat. Segmen kredit yang mengalami penurunan suku bunga adalah kredit bertenor pendek, yakni 1-3 tahun.

Penurunan suku bunga kredit dilakukan untuk segmen kredit pemilikan rumah (KPR) yang sudah mencapai 10 persen dan juga kredit untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pihaknya berupaya untuk menurunkan suku bunga kredit ke arah single digit, untuk beberapa segmen sudah bisa terealisasi.

Menurut mantan dirut Bank UMKM ini, penurunan suku bunga kredit bisa dilakukan seiring penurunan suku bunga simpanan, seperti bunga deposito, yang sebelumnya 8,25 persen diturunkan menjadi 7,25 persen. Penurunan suku bunga simpanan ini seiring peningkatan kontribusi CASA (dana murah) dari 68,15 persen pada triwulan/ III 2015 menjadi 70,36 persen pada triwulan III tahun ini. Bank Jatim sendiri sudah melakukan berbagai langkah untuk menurunkan NPL.

Di antaranya, peningkatan agunan, penggunaan asuransi, mempailitkan debitor yang tidak kooperatif dan tindakan restrukturisasi, serta reconditioning untuk debitor yang kooperatif. Bahkan, dalam waktu dekat, emiten berkode BJTM itu akan membentuk unit bisnis baru, yakni asset management.

Unit ini akan secara khusus menangani debitur bermasalah.“ Unit baru ini masih kami gosok dengan matang. Ini bagian dari upaya kami menekan rasio kredit bermasalah,” kata Corporate Secretary Bank Jatim Ferdian Timur Satyagraha.

sumber : okezone.com

LEAVE A REPLY