PTPN VII: Komisaris Holding Motivasi Pekerja

0
830
PTPN VII: Dewan Komisaris Dukung Strategi Direksi

BANDAR LAMPUNG,NAWACITA– Memikul tanggung jawab pengawasan, Dewan Komisaris PTP Nusantara III Holding mengunjungi PTP Nusantara VII selama tiga hari sejak Senin (27/9/2016). Disambut Direktur Utama Andi Wibisono dan Direktur Operasional Sukarnoto, mereka langsung menggelar rapat di Kantor Direksi, Bandar Lampung.

Usai rapat, rombongan yang terdiri dari Joefly J Bahroeny (Komisaris Utama) didampingi tiga komisaris anggota, Dahlan Harahap, S. Budhi Santoso, dan E. Sitorus langsung meninjau kebun dan pabrik. Yakni, ke Unit Kebun Way Berulu (kebun dan pabrik karet), Unit Kebun dan Pabrik Rejosari dan Unit Bekri (kebun dan pabrik kelapa sawit). Sedangkan hari kedua, Selasa (28/9/2016) berkunjung ke kebun tebu dan pabrik gula Bunga Mayang.

Didampingi Dirop Sukarnoto, rombongan singgah di kebun karet Afdeling I Way Berulu. Di kebun seluas 61 hektare dengan tanaman berumur tujuh tahun dan mulai disadap pada 2014 itu, Dekom berbincang dengan beberapa pekerja dan mandor sadap.

“Dari keterangan pekerja dan data yang ada, tidak ada yang salah dalam pengelolaan kebun karet ini. Biaya produksi yang dikeluarkan untuk satu kilo gram karet juga masih kompetitif, relatif sama dengan kebun swasta atau kebun PTPN yang sehat lainnya. Jadi, saya kira ini hanya soal waktu saja. Maksudnya, ini kan tanaman muda, produksinya belum maksimal. Kedua, harga internasional juga belum kondusif. Nanti kalau cuaca bagus, pasti produksi dan kualitasnya juga bagus,” kata Joefly kepada Media Agro7 usai peninjauan.

Kepada pekerja, ia mengingatkan agar tetap konsisten memperlakukan tanaman. Sebab, kata dia, tumbuhan hidup dan menghasilkan sesuatu berdasarkan perawatannya.

“Saya pesan kepada Pak Siswanto dan kawan-kawan semua pekerja, tetap bekerja dengan baik. Kalau kita rawat dan baik kepada tanaman, maka tanaman juga akan menghasilkan lebih baik. Nggak usah ikut mikir kondisi perusahaan. Yang penting, hak-hak normatif pekerja tetap terpenuhi,” kata Joefly kepada Siswanto, salah satu pekerja yang ditemui.

Di pabrik karet Way Berulu, rombongan juga menyaksikan proses pengolahan dari getah sampai siap ekspor. Dahlan Harahap, salah satu komisaris mengapresiasi kebersihan dan standar operasional pabrik. “Ini pabriknya bersih, prosesnya juga bagus. Dan saya lihat, hasilnya juga bagus sampai pengemasannya,” kata pria bergelar profesor berusai 67 tahun itu.

Dari Way Berulu dalam guyuran hujan deras, tim menuju Unit Usaha Rejosari. Karena hujan, tim hanya mendengarkan presentasi manajer distrik Akhmad Nurwibowo tentang kondisi manajemen, budi daya, teknologi, produksi, dan produktivitas.

Para komisaris yang juga berlatar belakang mantan pejabat di beberapa PTP yang mengelola kelapa sawit mengaku optimistis PTPN VII bisa segera bangkit. Satu catatan mereka, seluruh pekerja harus konsisten dan berkomitmen.

Tim lalu menuju Unit Usaha Bekri. Di perkebunan sawit yang telah ada sejak zaman Belanda itu mereka mempertanyakan keberadaan kebun tebu yang berada di bagian depan.

Kepada tim, Manager Unit Bekri DickyTjahyono menjelaskan sebab ditanamnya tebu. Menurutnya, lima tahun lalu, tanaman sawit di Afdeling I seluas sekira 500 hektare terserang jamur genoderma. Akibatnya, banyak pohon yang layu dan mati. Dan itu menular ke pohon lainnya.

“Tanaman sawit kami bongkar dan untuk memutus mata rantai jamur genoderma itu, kami selingi dengan tenaman tebu,” kata dia.

Di Bekri, tim juga melihat langsung proses produksi crude palm oil (CPO) di PKS Bekri. Dalam arahannya, mereka meminta manajemen terus mendorong upaya-upaya perbaikan teknologi tepat guna agar produktivitas bisa lebih meningkat dengan kualitas standar yang baik.

Di Pabrik Gula Bunga Mayang yang berjarak sekira 150 kilo meter dari Bandar Lampung, rombongan juga memberikan pengarahan dan memotivasi pekerja. “Saya yakin, jika ini dijalankan dengan konsisten, dalam dua tahun, PTPN VII bisa berjalan normal kembali,” kata Joefly.

SUMBER: HUMAS PTPN VII

LEAVE A REPLY