Cegah Timbun Bahan Pokok, Mendag: Kita Sidak

0
520

JAKARTA, NAWACITA – Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyebut akan menindak distributor yang menimbun barang supaya harga barang tersebut naik. Ia menyebut sebentar lagi akan dikeluarkan Permendag terkait hal itu.
“Bidang terkait tertib niaga kita akan mengajak para pelaku usaha untuk lebih beretika, dia sebagai pengusaha harus untung tapi jangan mengedepankan seuntung-untungnya profit besar. Ada bagian yang dia harus ikut bertanggungjawab atas niaga kita,” kata Enggartiasto, saat sosialisasi kebijakan perlindungan konsumen dan tata niaga di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu (24/8/2016).

Indikator yang menentukan apakah harga tersebut mahal adalah adanya persediaan barang dan panjangnya rantai pasokan. Para distributor diduga sengaja melakukan penimbunan agar harga naik sehingga menguntungkan pribadinya.

Bila ketahuan menimbun barang, Enggar tak segan menjatuhkan sanksi.

“Bagi dunia usaha yang mencoba melakukan perlindungan terutama persediaan bahan pokok, jangan mengedepankan agar harga naik dan menyengsarakan masyarakat. Setelah ini kita mau lakukan aturan untuk melakukan sidak, audit dari gudang-gudang yang kita duga melakukan penimbunan. Salah satu yang dilakukan agar harga tinggi itu adalah yang melakukan penimbunan pada masa- masa yang mereka sudah tahu,” kata Enggar.

“Bagi yang biasa menimbun, jangan lakukan itu. Jangan lakukan sisi suplai untuk menimbun. Kita akan lakukan aturan agar kita bisa sidak dan razia. Salah satu penyebab harga tinggi adalah mata rantai ini,” ujarnya.

Selama ini distributor bisa menimbun barang sekitar 3 bulan dan menyebabkan kelangkaan barang. Oleh karenanya, saat ini aman diatur dalam aturan Permendag yang baru akan dibuat.

“Kalau 3 bulan ditahan, harga akan naik, nanti akan kita sidak. Kalau Perpres ditahan 3 bulan. Permendag akan segara terbitkan. Sekarang sadarkanlah para pengusaha itu,” ungkap Enggar.

Untuk memotong rantai pasokan, pemerintah misalnya akan mengirim langsung barang dari petani kepada pasar ada juga penjualan melalui online misalnya yang terjadi di Pasar Tanah Tinggi Tangerang. Di Jakarta nanti juga akan diterapkan seperti di Tangerang.

“Kita sudah ada kerjasama jadi petani akan langsung mereka menjadi semi grosir semacam induknya membuka lapaknya di PD Pasar yang mereka sudah di tentukan HET (Harga Eceran Tertinggi). misalnya HET-nya itu kita akan masuk gula dengan start Rp 12.500 kita turunkan tetapi pedagang eceran mendapatkan itu harus menjual seharga itu, ini lah menjadi pilot project,” kata Enggar.

Sumber : detik.com

LEAVE A REPLY