Direksi BUMN Rayakan HUT Kemerdekaan RI di Daerah Terpencil

0
573
Kementerian BUMN
Kementerian BUMN

Jakarta, nawacita – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, meminta direksi perusahaan pelat merah merayakan HUT Kemerdekaan RI di pelosok. Hal ii sesuai dengan moto ‘BUMN Hadir Untuk Negeri’.

Hutama Karya dan Pupuk Indonesia Group menyelenggarakan program BUMN Hadir Untuk Negeri di daerah-daerah terpencil di Provinsi Kalimantan Timur.

Program ini terdiri dari 4 kegiatan yaitu penyediaan air bersih, penyediaan sarana mandi cuci kakus (MCK), penyediaan tempat penitipan anak di pasar, dan penyediaan fasilitas listrik (elektrifikasi) rumah tangga yang belum teraliri listrik.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat, mengatakan bahwa program Bina Lingkungan/CSR bersama ini ini merupakan implementasi dari kepedulian BUMN di Kaltim kepada masyarakat.

“Kegiatan ini total ada tujuh program. Semuanya berjalan beriringan dengan pembagian tugas di antara Pupuk Indonesia, Hutama Karya dan Pupuk Kaltim. Selain pengadaan elektrifikasi, penyediaan air bersih, tempat penitipan anak, dan MCK bagi warga, kita juga akan mengadakan program pembinaan Narapidana Usia Produktif, pembinaan mantan atlet nasional, serta pembinaan desa terpencil, desa di perbatasan, dan rawan konflik,” papar Aas di sela-sela kegiatan penyerahan rumah veteran di Berebas Tengah RT 03/04 Kec Bontang Selatan dalam rangka peringatan HUT RI ke-71 tahun 2016 (17/8/2016).

“Secara simbolis beberapa kegiatan itu sudah kami serah terimakan di Upacara tadi, khusus untuk bantuan renovasi rumah veteran ini kami ingin memberikan langsung kepada pemiliknya, sambil mengenal keluarga Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Hutama Karya, I Gusti Ngurah Putra, mengatakan bahwa kegiatan ini masih merupakan rangkaian dari program akbar yang diprakarsai oleh Kementerian BUMN.

“Jadi ini salah satu kegiatan dari BUMN Hadir Untuk Negeri di tahun ini, sekaligus juga sebagai bentuk peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-71. Di sini Hutama Karya dan Pupuk Indonesia Group bersama-sama melakukan Bina Lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat Kaltim, terutama yang berada di daerah terpencil,” terang I Gusti Ngurah Putra.

Untuk penyediaan air bersih, Putra memaparkan bahwa pihaknya bersama dengan Pupuk Indonesia Group sudah melakukan survey ke lapangan dan menemukan setidaknya tiga daerah di Kabupaten Kutai Kartanegara yang belum dialiri air PDAM.

“Lokasinya ada di Kecamatan Tenggarong. Terdapat 3 lokasi di sana yang jaringan pipa air bersih-nya belum ada,” kata Putra.

Berdasarkan pertemuan langsung dengan warga, untuk memenuhi kebutuhan air ini warga ada yang membuat galian sumur, memanfaatkan kolam tadah hujan, atau membeli air di tempat lain.

“Kita sudah siapkan agar daerah-daerah yang sudah disurvei ini dapat dialiri air PDAM,” imbuh Putra.

Selanjutnya, terkait dengan elektrifikasi rumah tangga yang belum teraliri listrik, Putra menjelaskan bahwa HK dan Pupuk Indonesia Group sudah mengantongi rumah-rumah mana saja di Kabupaten Berau yang belum mendapatkan aliran listrik memadai.

“Ada kurang lebih 100 rumah yang terverfikasi belum ada listrik. Setelah ini akan kami tindak-lanjuti untuk pengadaannya,” ungkap Putra.

Berkaitan dengan penyediaan fasilitas MCK bagi warga, 3 Perusahaan ini akan kembali mengadakannya di Kabupaten Berau. Berdasarkan hasil survey, terdapat setidaknya 50 rumah yang belum memiliki fasilitas MCK yang memadai.

Rumah-rumah ini terdapat di 4 keluruhan yaitu, Kelurahan Gunung Panjang, Kelurahan Gayam, Kelurahan Gunung Tabur, Kelurahan Karang Ambon.

Direktur Operasi I Hutama Karya, Suroto, menyampaikan bahwa penyediaan MCK ini nanti akan memiliki standarisasi pekerjaan yang sama.

“Penyediaan MCK akan meliputi pekerjaan septitank, dinding, lantai keramik, sanitair yang meliputi pipa, keran, dan wc jongkok, serta pekerjaan atap,” kata Suroto.

Sedangkan untuk penyediaan tempat penitipan anak di pasar, Suroto mengaku bahwa pihaknya masih berkoordinasi Dinas Sosial Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Timur.

“Masih survey dan koordinasi dengan perangkat daerah di sini, mudah-mudahan kita bisa segera dapat lokasinya yang pas,” terang Suroto.

Sumber : detik.com

LEAVE A REPLY