‘Belgia Tak Seenteng Kelihatannya’

0
419

Lyon, nawacita.co – Pertahanan Italia dinilai sudah tampil memuaskan usai meredam Belgia. Namun demikian, Gli Azzurri juga merasakan beratnya menahan lawannya itu selama 90 menit.

Italia sukses memetik angka penuh pertamanya di Piala Eropa 2016 usai mengandaskan Belgia 2-0, dalam laga di Parc Olympique Lyonnais, Selasa (14/6/2016) dinihari WIB tadi. Gol dicetak masing-masing oleh Emanuele Giaccherini dan Graziano Pelle.

Sepanjang laga, Italia memang tak lebih dominan dari Belgia dalam penguasaan bola, juga dalam jumlah upaya yang dilepaskan. Tapi anak asuh Antonio Conte bermain efisien sementara berhasil meredam sang lawan dari menciptakan kans berbahaya.

Belgia mencatatkan penguasaan bola hingga 55%, melepaskan 18 tembakan tapi hanya tiga yang menemui sasaran seperti dilansir whoscored. Sedang Italia punya 12 upaya dan separuhnya on target.
Italia secara kolektif berhasil membendung Belgia hingga kesulitan mendapatkan celah. Mereka senantiasa bergerak secara bersama-sama dan menekan di daerah sendiri, yang memaksa Belgia lebih banyak memindahkan bola dari sisi ke sisi.

“Pertahanan kami jelas fantastis malam ini. Tapi Anda tak perlu saya untuk duduk di sini dan mengatakan betapa bagusnya pertahanan Italia. Saya rasa kami punya barisan pertahanan terbaik di kompetisi ini,” ujar Giaccherini dikutip Soccerway.

Kemenangan atas Belgia menjadi sebuah awal yang cemerlang untuk Italia, apalagi lawannya itu sejak awal turnamen dijagokan bisa berbuat banyak. Tim besutan Marc Wilmots punya talenta-talenta top di dalamnya, seperti Eden Hazard, Kevin de Bruyne, Romelu Lukaku, Thibaut Courtois, atau Toby Alderweireld.
Giaccherini pribadi menilai hasil ini tak sepatutnya membuat Belgia lantas diragukan. Dia mengakui bahwa terlepas hasilnya, tim peringkat dua FIFA itu sudah memaksa Italia bekerja amat keras dan fokus penuh selama 90 menit.

“Mungkin kita tidak melihatnya, tapi kami jelas merasakannya. Belgia adalah tim top dalam aspek individual,” sambung Giaccherini.
“Mereka punya sejumlah pemain yang benar-benar bisa menyakiti Anda dalam aspek satu lawan satu di tahapan manapun di pertandingan.”

“Semua orang harus saling membantu satu sama lain, bekerja sama, dan kemudian ketika kami mendapatkan bolanya, kami harus mencoba menyakiti mereka. Itulah yang pelatih minta kami lakukan,” tandas gelandang 31 tahun ini
sumber : detik.com

LEAVE A REPLY