Jalan Sempit Jadi PR Puluhan Tahun, Pemprov Jatim Target Lebarkan 20 Km Mulai 2027

Jalan Sempit Jadi PR Puluhan Tahun, Pemprov Jatim Target Lebarkan 20 Km Mulai 2027

Surabaya, Nawacita.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai menyiapkan program pelebaran jalan provinsi pada 2027. Namun, dengan kemampuan anggaran saat ini, penyelesaian seluruh ruas jalan yang belum memenuhi standar diperkirakan masih membutuhkan waktu hingga tiga dekade.

Pejabat Dinas Pekerjaan Umum PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Edy Tambeng, mengungkapkan sekitar 48 persen atau lebih dari 700 kilometer jaringan jalan provinsi masih memiliki lebar di bawah standar. Sementara sekitar 52 persen atau sekitar 800 kilometer telah memenuhi standar.

“Tahun ini sudah tidak memungkinkan karena anggaran sudah berjalan. Program pelebaran jalan akan dimulai murni pada 2027 dengan target sekitar 20 kilometer,” kata Edy, Kamis (16/7/2026).

Baca Juga: Koperasi Berpeluang Kelola Tambang, Pemprov Jatim Tunggu Aturan Teknis dari Pusat

Dengan target tersebut, proses penuntasan jalan yang belum memenuhi standar diperkirakan memerlukan waktu sekitar 30 hingga 35 tahun, bergantung pada kemampuan keuangan daerah.

“Sejumlah ruas yang menjadi prioritas antara lain Pakis–Poncokusumo, Pujon–Ngoro, Talun–Tirtoyudo, dan akses menuju Sendang Biru,” paparnya.

Ia menegaskan bahwa, prioritas ditentukan bukan semata karena menjadi jalur wisata, melainkan karena kondisi fisiknya memungkinkan untuk dilakukan pelebaran.

Baca Juga: Koperasi Berpeluang Kelola Tambang, Pemprov Jatim Tunggu Aturan Teknis dari Pusat

Menurut Edy, sebagian besar jalan yang belum standar berada di kawasan pegunungan dengan lebar hanya sekitar 5 hingga 6 meter. Meski demikian, tidak semua ruas dapat diperlebar karena keterbatasan kondisi medan.

Pemprov memastikan pelebaran tidak akan bergantung pada pembebasan lahan baru. Optimalisasi dilakukan dengan memanfaatkan Ruang Milik Jalan (Rumija) yang telah tersedia hingga 14 meter, sehingga pelebaran bisa dilakukan di dalam koridor jalan yang sudah dimiliki pemerintah.

“Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, meski tantangan terbesar tetap berada pada kemampuan fiskal untuk mempercepat penyelesaian ratusan kilometer jalan yang masih belum memenuhi standar,” tutup Edy.

Reporter: Alus

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim Jconnect

Terbaru