Kenaikan Harga Pertamax Picu Keluhan Masyarakat, Pengguna Mulai Beralih ke Pertalite
Surabaya, Nawacita – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax yang mulai berlaku pada Rabu (10/6/2026) menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian pengguna mengaku keberatan dengan lonjakan harga yang dinilai cukup signifikan dan berpotensi menambah beban pengeluaran sehari-hari.
Berdasarkan keterangan resmi Pertamina Patra Niaga, harga Pertamax (RON 92) naik menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) juga mengalami kenaikan menjadi Rp17.000 per liter dari harga sebelumnya Rp12.900 per liter.
Kenaikan harga tersebut langsung dirasakan oleh para pengguna kendaraan yang selama ini mengandalkan Pertamax sebagai bahan bakar utama.
Rizky (28), seorang pengemudi ojek online, mengaku kenaikan harga kali ini cukup memberatkan. Menurutnya, biaya operasional harian akan meningkat, sementara pendapatan yang diperoleh tidak selalu stabil.
“Kenaikan ini cukup berat buat kami yang sehari-hari di jalan. Pengeluaran naik, tapi pendapatan nggak tentu,” ujarnya.
Rizky mengaku telah menggunakan Pertamax dalam beberapa tahun terakhir setelah motornya sempat mengalami gangguan saat menggunakan Pertalite. Namun, kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih membuatnya mempertimbangkan kembali pilihan bahan bakarnya.
“Karena kenaikan ini saya akan kembali menggunakan Pertalite, karena perekonomian yang masih tidak stabil,” katanya.
Hal senada disampaikan Heri (45), seorang pedagang keliling. Ia berharap pemerintah dan Pertamina tidak menaikkan harga Pertalite karena akan berdampak langsung terhadap biaya operasional usahanya.
“Semoga harga Pertalite tidak ikut naik, karena kalau naik nantinya biaya operasional akan bertambah, harga jual juga terpaksa ikut naik,” tuturnya.
Sementara itu, Robert (32), karyawan swasta, mengaku terpaksa kembali menggunakan Pertalite akibat kenaikan signifikan dari Pertamax.
“Selama ini saya menggunakan Pertamax, tapi kenaikan harga saat ini akhirnya saya kembali menggunakan Pertalite, agar pengeluaran bulanan tidak membengkak,” jelasnya.
Ia menilai kenaikan harga Pertamax mulai memengaruhi pola konsumsi masyarakat. Ia melihat antrean kendaraan di SPBU untuk BBM subsidi semakin panjang dalam beberapa hari terakhir. Sehingga ia berharap kenaikan harga BBM juga turut diimbangi peningkatan transportasi umum.
“Karena kenaikan Pertamax, sekarang antrean di Pertalite menjadi lebih panjang. Semoga diimbangi dengan peningkatan transportasi umum sebagai alternatif untuk masyarakat,” ungkapnya.
Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green ini diperkirakan akan berdampak pada perubahan perilaku konsumen, terutama kalangan menengah yang selama ini menggunakan BBM nonsubsidi. Sejumlah pengguna bahkan mulai mempertimbangkan untuk beralih ke jenis BBM yang lebih murah guna menekan pengeluaran di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
Berikut daftar harga BBM Pertamina yang berlaku mulai Rabu, 10 Juni 2026:
Pertalite: Rp 10.000 per liter
Biosolar: Rp 6.800 per liter
Pertamax: Rp 16.250 per liter
Pertamax Green 95: Rp 17.000 per liter
Pertamax Turbo: Rp 20.750 per liter
Dexlite: Rp 23.000 per liter
Pertamina Dex: Rp 24.800 per liter
Reporter : Rovallgio
- Advertisement -