Pertamina Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Lewat Inovasi Bioflok
JAKARTA, Nawacita – PT Pertamina Patra Niaga berkomitmen memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan, melalui program Community Involvement and Development (CID) berbasis pemberdayaan masyarakat dan potensi lokal.
Langkah strategis itu diambil guna menghadirkan solusi konkret yang mampu meningkatkan ketersediaan pangan, sekaligus mendongkrak kesejahteraan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan ketahanan pangan yang kokoh harus dibangun dari fondasi kemandirian masyarakat. Melalui pendekatan inovatif, perusahaan berupaya mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang ekonomi yang produktif dan ramah lingkungan.
Baca Juga: Pertamina Dorong Peningkatan Keterlibatan Perempuan di Industri Energi Nasional
“Melalui pendekatan tersebut, Pertamina Patra Niaga menghadirkan solusi yang tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan, tetapi juga memperkuat kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan,” ujar Roberth.
Salah satu program unggulan yang diadopsi dengan teknologi budi daya ikan bioflok di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau.
Program itu diluncurkan sebagai solusi bagi masyarakat pesisir yang selama ini menghadapi ketidakpastian pendapatan akibat faktor cuaca, keterbatasan sarana perikanan, dan ancaman abrasi.
Dengan bioflok, warga kini dapat memanen ikan nila dalam waktu 4 hingga 6 bulan sebagai sumber pangan dan pendapatan alternatif yang stabil.
Inovasi di Dumai itu kian optimal berkat pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 4,4 kWp. Fasilitas energi terbarukan ini mampu menekan biaya operasional listrik kelompok hingga Rp9,3 juta per tahun, sekaligus berkontribusi mengurangi emisi karbon sebesar 5,52 ton CO_2 per tahun.
Sementara itu, di Sumatra Utara, Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Pematang Siantar menginisiasi program “Siantar Habonaron”. Program itu menerapkan model urban farming terpadu dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah warga untuk integrasi peternakan ayam petelur, budi daya sayuran, serta budi daya maggot dari limbah organik.
“Sejak adanya bantuan dari Pertamina Patra Niaga, kebutuhan makan anak menjadi terpenuhi dari hasil ternak tersebut,” ujar salah seorang anggota kelompok Habonaron, Asih, yang merasakan langsung dampak positif program pemenuhan gizi keluarga tersebut.
Rangkaian program pemberdayaan itu diresmikan dan disosialisasikan melalui serangkaian kegiatan edukasi serta penyerahan bantuan sarana prasarana secara simbolis kepada kelompok masyarakat binaan di masing-masing wilayah operasional.
ncnws.


