Thursday, June 4, 2026

Sumur TLJ-A38 Mengalir, Rig Pertamina Drilling Cetak Prestasi Tanpa Insiden

Sumur TLJ-A38 Mengalir, Rig Pertamina Drilling Cetak Prestasi Tanpa Insiden

Jakarta, Nawacita – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) kembali menorehkan capaian penting dalam mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional.

Melalui Rig PDSI#05.2/OW760-M yang beroperasi di wilayah kerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Prabumulih Field, Sumatera Selatan, perusahaan berhasil menemukan potensi produksi migas yang menjanjikan dari sumur infill drilling TLJ-A38.

Keberhasilan ini ditandai dengan hasil uji produksi yang menunjukkan performa impresif. Pada pengujian yang dilakukan 27 Mei 2026, sumur TLJ-A38 menghasilkan Net Natural Open Flow (NNOF) sebesar 3.176,8 barel minyak per hari (BOPD) dan 1,6 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Kualitas produksinya juga tergolong sangat baik dengan kandungan air (water content) hanya 0,1 persen.

Sumur TLJ-A38 dibor lebih dalam dibandingkan sumur referensi sebelumnya, TLJ-258, dengan target reservoir pada lapisan TAF-C. Pengeboran dan penyelesaian sumur dilakukan hingga kedalaman 1.544–1.546,5 meter measured depth (mMD).

Menariknya, lokasi pengeboran dipilih berdasarkan hasil inovasi pengolahan ulang data seismik 3D Talang Jimar. Teknologi tersebut memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai potensi reservoir, sehingga meningkatkan peluang keberhasilan pengeboran di area yang berada di antara Struktur Talang Jimar Tengah dan Struktur Prabumulih Barat.

Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menegaskan bahwa keberhasilan sumur TLJ-A38 merupakan bukti kualitas sumber daya manusia dan kemampuan operasional perusahaan dalam menghadapi tantangan di lapangan.

Keberhasilan sumur TLJ-A38 menunjukkan bahwa kompetensi engineer dan kru pengeboran Pertamina Drilling mampu menjawab tantangan operasi secara cepat, tepat, dan penuh keyakinan.

“Kepemimpinan di lapangan serta kemampuan mengambil keputusan menjadi faktor penting dalam mendukung peningkatan produksi migas nasional,” ujar Avep, Kamis (4/6/2026).

Selain menghasilkan temuan migas yang signifikan, proyek ini juga mencatatkan prestasi dari sisi keselamatan kerja. Selama 35 hari operasi pengeboran, Rig PDSI#05.2/OW760-M melibatkan 126 personel dan berhasil membukukan 51.036 jam kerja aman tanpa insiden atau kecelakaan kerja. Operasi juga diselesaikan dengan capaian Zero Accident, Zero Fatality, dan Zero Non-Productive Time (NPT).

Pencapaian tersebut menjadi bukti konsistensi Pertamina Drilling dalam menerapkan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di seluruh aktivitas operasionalnya.

VP Rig Services Operation Pertamina Drilling, Komedi, memberikan apresiasi kepada seluruh kru dan tim operasi yang menjaga performa rig tetap optimal selama proses pengeboran hingga tahap uji produksi.

Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel di lapangan yang tetap menjaga standar keselamatan, operational excellence, dan disiplin tinggi selama proses pengeboran hingga uji produksi.

“Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan performa rig dan mendukung target produksi nasional,” katanya.

Keberhasilan pengeboran sumur TLJ-A38 menjadi salah satu bukti bahwa kombinasi teknologi, kompetensi kru, budaya keselamatan, dan kolaborasi yang kuat mampu menghasilkan kinerja optimal. Capaian ini sekaligus memperkuat peran Pertamina Drilling dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi migas dari lapangan-lapangan eksisting di Indonesia.

Reporter: Parto Sasmito

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim Jconnect

Terbaru