APBN Jatim Dorong MBG dan Koperasi Desa Merah Putih Lebih Selektif
Surabaya, Nawacita.co – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jawa Timur mencatat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) terus menunjukkan perkembangan di Jawa Timur hingga semester pertama 2026.
Kepala Kanwil DJPb Jatim, Saiful Islam mengatakan pelaksanaan program MBG kini semakin selektif. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar layanan Badan Gizi Nasional (BGN) akan dikeluarkan dari ekosistem program.
“Kalau ada SPPG yang tidak bisa deliver sesuai standar, maka akan dievaluasi bahkan dikeluarkan dari program,” ujar Saiful dalam rilis APBN Regional Jatim, Senin (25/5/2026).
Ia menjelaskan, anggaran MBG dikelola langsung oleh BGN pusat. Hingga akhir April 2026, dana operasional yang telah digelontorkan untuk pelaksanaan MBG di Jawa Timur diperkirakan mencapai sekitar Rp7 triliun.
Baca Juga: Fiskal Jatim Surplus Rp47,8 Triliun, Penerimaan Pajak Tumbuh Positif
Sementara untuk program Koperasi Desa Merah Putih, tercatat terdapat 8.494 koperasi di Jawa Timur yang tengah dipersiapkan. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.516 koperasi disebut telah siap 100 persen beroperasi.
Saiful menambahkan, skema pembiayaan KDMP nantinya dilakukan melalui mekanisme cicilan dari dana transfer desa selama enam tahun. Pembayaran akan dikelola melalui BUMN Agrinas tanpa membebani desa di awal pembangunan.
“Jadi desa tidak mengeluarkan biaya langsung. Nanti sebagian dana transfer desa dipotong bertahap untuk membayar pembangunan koperasi,” katanya.
Menurutnya, pemerintah pusat terus melakukan monitoring dan evaluasi agar pelaksanaan KDMP benar-benar memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.
Reporter: Alus

