Imbas Konflik Iran-AS, India Kembali Naikkan Harga BBM untuk Keempat Kalinya
Jakarta, Nawacita | Badan Usaha Milik Negara (BUMN) India yang bergerak di sektor ritel bahan bakar minyak (BBM) menaikkan harga solar dan bensin. Kenaikan harga BBM India menjadi yang keempat kali dilakukan untuk menekan kerugian imbas perang Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Dikutip dari Reuters, Senin (25/5/2026), harga solar di India naik sebesar 2,71 rupee ($0,0283) per liter. Sementara harga bensin, saat ini naik sebesar 2,61 rupee per liter.
Diketahui, BUMN ritel BBM di India mengendalikan 90% pasar. Perusahaan pelat merah tersebut mulai menaikkan harga bahan bakar sejak 15 Mei, setelah pemilihan umum selesai di beberapa negara bagian.
Sejak saat itu, BUMN seperti Indian Oil Corp (IOC), Bharat Petroleum Corp, dan Hindustan Petroleum Corp, telah menaikkan harga solar sekitar 8,6% dan bensin sekitar 7,8%. Harga satu liter bensin di New Delhi kini akan menjadi 102,12 rupee atau sekitar Rp 19.015 (asumsi kurs Rp 186,20/rupee), sedangkan harga solar akan menjadi 95,20 rupee atau sekitar Rp 17.724 per liter.
Baca Juga: Wabah Virus Nipah di India, 5 Terinfeksi dan 100 Orang Dikarantina
Kenaikan harga minyak mentah dan gangguan pasokan di India diketahui terjadi usai penutupan Selat Hormuz. New Delhi juga telah melakukan sejumlah langkah penghematan untuk menekan konsumsi BBM dan menekan tagihan impor minyak.
Pasalnya, para pembuat kebijakan tengah bersiap menghadapi guncangan energi yang berkepanjangan. Namun, pergerakan harga BBM bergerak bervariasi lantaran terkena pungutan pajak lokal.
Sementara itu, para oengecer di negara bagian terpaksa menelan kerugian karena beberapa pelanggan besar beralih ke pompa ritel yang lebih murah.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, IOC mengatakan bahwa penjualan ritel dieselnya untuk periode 1-22 Mei meningkat sebesar 18% dibandingkan tahun sebelumnya, dan penjualan bensin naik sebesar 14%. dtk

