DPRD Jatim Soroti Dugaan Keracunan MBG di Surabaya, Cahyo Minta Pengelolaan Lebih Profesional
SURABAYA, Nawacita – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, turut merasa prihatin atas kejadian keracunan makanan ratusan siswa usai mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Tembok Dukuh. Cahyo meminta pengelolaan program tersebut dilakukan lebih profesional lagi agar tidak lagi terjadi kejadian serupa.
“SPPG harus dikelola secara profesional karena mereka bukan hanya menjaga kualitas gizi anak-anak, tapi juga ikut menggerakkan ekonomi masyarakat,” ucap Cahyo, Senin (11/5/2026).
Cahyo menegaskan perlu adanya standar kebersihan, serta pengelolaan makanan secara higienis sangat diperlukan agar keselamatan dan kesehatan siswa tetap terjaga.
“Higienitas, proses penyajian, hingga packaging makanan harus dilakukan dengan standar yang baik agar makanan yang awalnya bergizi tidak berubah menjadi bencana keracunan,” ujarnya.
Baca Juga: Cak Ji Sidak SPPG Asem Jaya, Usai Terjadi Keracunan Massal
Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim itupun menegaskan perlu adanya evaluasi menyeluruh terkait kejadian yang terjadi, sebab Cahyo menjelaskan bahwa program MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia, sehingga pelaksanaan program secara maksimal menjadi hal yang terpenting.
“Program Makan Bergizi Gratis adalah program strategis Presiden Prabowo untuk menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat,” ungkapnya.
Ketua DPC Gerindra Surabaya itu juga menegaskan perlu adanya penanganan secara transparan terkait kejadian yang telah terjadi, sehingga kepercayaan publik dapat tetap terjaga.
“Kami berharap kejadian ini segera ditangani secara serius dan transparan agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” harapnya.
Politisi Gerindra itupun mengapresiasi langkah cepat berbagai pihak dalam penanganan para siswa terdampak keracunan makanan. Menurutnya respon cepat tersebut merupakan kunci penanganan maksimal dapat dilakukan.
“Kami mengapresiasi respons cepat tenaga medis, pemerintah kota, pihak sekolah, dan seluruh pihak terkait sehingga anak-anak bisa segera tertangani dengan baik,” tuturnya.
Cahyo juga menjelaskan, pelaksanaan program MBG telah membantu banyak keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. Sehingga ia meminta masyarakat untuk tetap memberikan dukungan terhadap program tersebut, sembari menunggu hasil investigasi lebih lanjut.
“Evaluasi tentu penting dilakukan, baik dari sisi pengolahan, distribusi, maupun pengawasan kualitas makanan. Namun kami berharap masyarakat tetap melihat MBG sebagai program besar negara untuk meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia,” jelasnya.
Ia memastikan DPRD Jawa Timur akan terus memantau perkembangan kondisi para siswa maupun hasil evaluasi dari pihak SPPG terkait insiden tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Kita akan memantau perkembangan baik dari kondisi murid maupun evaluasi dari pihak SPPG,” pungkasnya.
Reporter : Rovallgio

