Sunday, May 10, 2026

Ribuan Warga Padati Festival Rujak Uleg 2026, Jadi Pesta Rakyat HJKS ke-733

Ribuan Warga Padati Festival Rujak Uleg 2026, Jadi Pesta Rakyat HJKS ke-733

SURABAYA, Nawacita – Ribuan warga memadati Surabaya Expo Center (SUBEC) untuk mengikuti Festival Rujak Uleg 2026 yang menjadi rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733. Mengusung tema “Rujak Phoria”, festival tahun ini menghadirkan semangat kebersamaan warga sekaligus mengangkat warisan kuliner khas Kota Pahlawan.

Tema tersebut terinspirasi dari gelaran sepak bola terbesar dunia, Piala Dunia 2026. Berbagai elemen masyarakat ikut ambil bagian dalam acara tersebut, mulai dari pengurus hotel, pengurus RW, pelaku sentra wisata kuliner (SWK), komunitas, hingga perguruan tinggi.

Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan antusiasme masyarakat pada Festival Rujak Uleg tahun ini sangat luar biasa. Menurutnya, festival tersebut benar-benar menjadi pesta rakyat yang menyatukan seluruh lapisan masyarakat Surabaya.

“Alhamdulillah, hari ini antusiasme masyarakat luar biasa. Tadi saya juga sempat bertanya langsung, dan respons masyarakat sangat positif. Mereka sampai mengatakan, iki tumplek-blek, karena yang ikut mengulek hari ini beragam, mulai dari pengurus hotel, pengurus RW, pelaku SWK, hingga perguruan tinggi. Jadi benar-benar menjadi pesta rakyat warga Surabaya,” ujar Eri.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Hadirkan Wisata Rp733, Dongkrak Pariwisata saat HJKS ke-733

Tak hanya menjadi ajang budaya, Festival Rujak Uleg juga dinilai membawa dampak besar terhadap sektor ekonomi dan pariwisata Kota Surabaya. Eri menyebut, semakin banyak wisatawan dari luar kota datang setelah festival tersebut resmi masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) sejak tahun 2023.

Menurutnya, masuknya sebuah event ke dalam kalender event nasional Kementerian Pariwisata RI memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan kunjungan wisatawan dan perputaran ekonomi daerah.

“Ketika sebuah event masuk KEN, dampaknya sangat besar. Wisatawan akan semakin banyak datang ke Surabaya. Jadi, masuknya event ke KEN akan turut menggerakkan sektor ekonomi dan pariwisata Kota Surabaya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Festival Rujak Uleg berhasil masuk KEN karena menjadi simbol pemersatu seluruh elemen masyarakat. Rujak uleg dinilai bukan sekadar kuliner tradisional, melainkan identitas budaya yang mampu menghadirkan kebersamaan warga.

“Inilah alasan mengapa Festival Rujak Uleg bisa masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN). Sebab, rujak uleg bukan hanya milik kelompok tertentu, melainkan menjadi wadah yang menyatukan semua elemen masyarakat,” jelasnya.

Pada penyelenggaraan tahun ini, perwakilan RW hadir dengan 36 meja peserta. Selain itu, pelaku SWK, perhotelan, komunitas, hingga perguruan tinggi juga tampil penuh kreativitas memeriahkan festival tahunan tersebut.

Eri berharap Festival Rujak Uleg ke depan dapat terus berkembang dan menjadi simbol kuatnya semangat kekeluargaan warga Kota Surabaya.

“Semoga tahun depan acara ini semakin menunjukkan bahwa Surabaya dibangun oleh kekuatan kekeluargaan yang luar biasa,” pungkasnya.

Reporter : Rovallgio

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Terbaru