Surabaya, nawacita – Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Timur memberikan apresiasi terhadap kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), seperti Bank Jatim, Bank UMKM Jatim, hingga PT Petrogas Jatim Utama. Namun di balik pujian tersebut, kritik tajam tetap disampaikan, terutama terkait optimalisasi kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Anggota Panitia Khusus (Pansus) BUMD Jatim dari Fraksi Gerindra, Abdul Halim, menegaskan bahwa peningkatan tata kelola dan performa BUMD menjadi kunci utama agar kontribusi terhadap PAD semakin maksimal.
“Rekomendasi kami jelas, tata kelola dan kinerja BUMD harus terus ditingkatkan, termasuk kontribusinya terhadap PAD,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Sorotan utama diarahkan kepada Bank Jatim. Menurut Halim, bank milik daerah tersebut perlu didorong untuk meningkatkan setoran dividen secara signifikan. Ia bahkan mencontohkan capaian Bank Jateng yang mampu menyetorkan hingga 80 persen dividen ke PAD.
“Memang ada perbedaan karena Bank Jatim sudah IPO, tapi setidaknya bisa didorong di kisaran 65 sampai 70 persen,” tegasnya.
Meski demikian, Halim mengakui bahwa Bank Jatim saat ini tengah fokus melakukan investasi di sektor teknologi, yang berdampak pada belum optimalnya setoran dividen. Namun, ia menilai ruang peningkatan masih terbuka.
Di sisi lain, Fraksi Gerindra tetap mengapresiasi performa Bank Jatim yang dinilai stabil. Hanya saja, aspek kehati-hatian dalam penyaluran kredit menjadi catatan penting.
“Harus lebih siap mengantisipasi risiko kredit bermasalah, belajar dari pengalaman sebelumnya,” katanya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya sinergi antar-BUMD, khususnya antara Bank Jatim dan Bank UMKM Jatim. Halim mengingatkan agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pembiayaan.
“Segmen mikro dan UMKM kecil seharusnya menjadi fokus Bank UMKM. Jangan semuanya diambil alih Bank Jatim,” ujarnya.
Baca juga : Jalan Pandugo Segera Dibuka untuk Umum, DPRD Jatim Dorong Pemanfaatan Aset Sesuai Aturan
Tak hanya sektor perbankan, apresiasi juga diberikan kepada PT Petrogas Jatim Utama yang dinilai menunjukkan kinerja impresif. Perusahaan tersebut tercatat mampu menyumbang dividen sekitar Rp40 miliar, tertinggi di luar sektor perbankan.
“Ini capaian yang patut diapresiasi dan bisa menjadi contoh bagi BUMD lainnya,” pungkasnya.
Dorongan Fraksi Gerindra ini menegaskan harapan DPRD agar BUMD Jawa Timur tidak hanya sehat secara bisnis, tetapi juga semakin optimal dalam menopang keuangan daerah di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.

