Sunday, April 26, 2026

Heboh Penembakan di Acara Gala Dinner Trump, Pelaku Diduga Lone Wolf

Heboh Penembakan di Acara Gala Dinner Trump, Identitas Pelaku Terbongkar

JAKARTA, Nawacita – Heboh Penembakan di Acara Gala Dinner Trump, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump dievakuasi secara mendadak oleh agen Dinas Rahasia (Secret Service) dari jamuan makan malam tahunan White House Correspondents’ Association (WHCA) di Washington DC, Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat.

Langkah darurat ini diambil menyusul terjadinya insiden keamanan di saat berlangsungnya acara bergengsi tersebut. Insiden bermula ketika suasana khidmat jamuan makan malam tiba-tiba pecah oleh suara keras yang menyerupai tembakan.

Saksi mata di lokasi kejadian menggambarkan situasi sempat mencekam karena para tamu tidak mengetahui sumber suara tersebut.

“Kami sedang duduk, lalu terdengar suara ‘dor, dor, dor’. Semua orang langsung berlindung di bawah meja karena tak tahu apa yang terjadi,” ujar koresponden Gedung Putih, Kellie Meyer, sebagaimana dikutip dari laporan Anadolu Agency, Minggu (26/4/2026).

Evakuasi Ketat Pejabat Utama

Begitu suara keras terdengar, agen Dinas Rahasia langsung bergerak cepat mengosongkan meja utama. Selain Presiden dan Ibu Negara, sejumlah pejabat kabinet juga terpantau dikawal keluar dengan pengamanan super ketat.

Meski sempat memicu kekhawatiran publik, pihak berwenang segera memberikan konfirmasi awal mengenai status pemimpin negara. Presiden Trump dan Wakil Presiden JD Vance dilaporkan berada dalam kondisi aman dan telah dibawa ke lokasi yang terlindungi.

Baca Juga: Polisi Tangkap Tyler Robinson, Pria 22 Tahun yang Diduga Pelaku Penembakan Charlie Kirk

Acara Dihentikan Sementara

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai dalang maupun penyebab pasti di balik insiden tersebut. Pihak keamanan masih melakukan investigasi menyeluruh di sekitar area lokasi guna memastikan tidak ada ancaman lanjutan.

Heboh Penembakan di Acara Gala Dinner Trump
Heboh Penembakan di Acara Gala Dinner Trump, Identitas Pelaku Terbongkar.

Akibat situasi yang belum sepenuhnya terkendali, pembawa acara Weija Jiang mengumumkan bahwa rangkaian acara jamuan makan malam resmi dihentikan. Acara tersebut rencananya akan dijadwalkan kembali pada waktu yang belum ditentukan.

Identitas Pelaku Terbongkar

Misteri pelaku penembakan dalam jamuan makan malam White House Correspondents’ Dinner (WHCA) akhirnya terkuak. Kepolisian Washington DC resmi mengidentifikasi pelaku sebagai Cole Thomas Allen, pria berusia 31 tahun asal Torrance, California.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kepolisian Washington DC, Jeffery Carroll, mengungkapkan bahwa Allen diduga kuat menginap di Hotel Washington Hilton, yang merupakan lokasi berlangsungnya acara. Hal ini menjelaskan bagaimana tersangka bisa berada di dalam area hotel saat insiden berdarah itu pecah pada Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat.

Aksi Cole Tomas Allen tergolong nekat dan terencana. Carroll menyebut pelaku membawa beragam senjata mematikan ke lokasi kejadian, mulai dari senapan, pistol, hingga beberapa bilah pisau. Sejauh ini, polisi meyakini Allen bertindak sebagai pelaku tunggal (lone wolf).

“Yang kami tahu, Presiden berada di dalam ballroom. Kami juga tahu ada anggota kabinet dan banyak tamu di sana,” ujar Carroll menanggapi pertanyaan mengenai target utama pelaku, sebagaimana dikutip dari CNN.

Saat ini, Allen telah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani evaluasi medis. Meski melepaskan tembakan, polisi memastikan tersangka tidak mengalami luka tembak dalam proses penangkapan.

Sejarah Kelam Washington Hilton Terulang

Insiden ini seolah membangkitkan memori kelam di Hotel Washington Hilton. Lokasi ini merupakan tempat penembakan Presiden Ronald Reagan oleh John Hinckley Jr. pada tahun 1981 silam. Padahal, pasca-insiden Reagan, hotel ini telah dirancang ulang dengan jalur keamanan khusus kepresidenan yang sangat ketat.

Saksi mata di lokasi, jurnalis senior CNN Wolf Blitzer, menceritakan detik-detik mencekam saat Allen beraksi. Pelaku dilaporkan melepaskan tembakan dari posisi tiarap di lantai.

“Penembak itu jelas berada di tanah dan menembak ketika saya melihatnya. Saya hanya terpaut beberapa meter,” kata Blitzer. Ia mengaku melihat pelaku berada di area yang sangat terjaga ketat meski telah melewati detektor logam.

Ancaman Hukuman Berat Menanti

Satu agen Secret Service dilaporkan tertembak dalam insiden ini. Beruntung, rompi antipeluru yang dikenakannya mampu menahan laju peluru, meski kondisi terkini sang agen masih dalam pemantauan medis.

Jaksa Agung AS, Jeanine Pirro, menegaskan pihaknya telah mengajukan dakwaan pendahuluan terhadap Cole Tomas Allen. Dakwaan tersebut meliputi penggunaan senjata api secara ilegal dan penyerangan terhadap petugas dengan senjata berbahaya.

“Akan ada lebih banyak tuduhan yang diajukan berdasarkan informasi dalam situasi yang sangat dinamis ini,” tegas Pirro. Tersangka dijadwalkan akan dihadapkan ke Pengadilan Distrik Federal pada Senin mendatang.

Kondisi Terkini di Lokasi

Pasca-penembakan, suasana di Washington Hilton masih mencekam. FBI dilaporkan melakukan pemeriksaan intensif terhadap para tamu yang meninggalkan gedung. Di luar hotel, armada kepolisian mengepung area dan helikopter terus berputar-putar melakukan pengawasan udara.

Presiden Donald Trump sendiri memastikan dirinya dan Ibu Negara Melania Trump dalam kondisi aman. Lewat media sosial, Trump memuji kesigapan tim keamanan yang bergerak cepat melindunginya saat tembakan pertama terdengar.

inhnws.

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Terbaru