Pemkab Banyuwangi Perkuat Gotong Royong Tekan Kemiskinan, Ipuk: Tak hanya Andalkan APBD
Banyuwangi, Nawacita – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa upaya penurunan angka kemiskinan di daerahnya tidak hanya bergantung pada besaran anggaran pemerintah daerah, tetapi juga mengedepankan kolaborasi dan gotong royong seluruh elemen masyarakat.
Ipuk menjelaskan, dalam menjalankan program pengentasan kemiskinan, pihaknya juga mengacu pada arahan Ketua Umum partai yang menekankan pentingnya pemimpin untuk turun langsung ke masyarakat dan menyelesaikan persoalan di lapangan.
“Kalau kita bicara kemiskinan, pemimpin harus turun ke bawah dan menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat. Itu yang kami lakukan di Banyuwangi,” ujar Ipuk, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, strategi penurunan kemiskinan di Banyuwangi dilakukan dengan menggalang kebersamaan melalui berbagai program kolaboratif. Pemerintah daerah melibatkan aparatur sipil negara (ASN), masyarakat, hingga berbagai pihak dalam konsep pentahelix.
Baca Juga: Musancab PDI Perjuangan Banyuwangi Jadi Ajang Regenerasi Kader, Targetkan Peningkatan Kursi DPR
Beberapa program yang dijalankan antara lain “ASN Berbagi” dan “Banyuwangi Berbagi”, serta pemberian bantuan alat usaha kepada masyarakat kurang mampu. Langkah ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan konsumtif seperti sembako, tetapi juga mampu mandiri secara ekonomi.
“Kita ingin masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tapi juga berpikir bagaimana mereka bisa mandiri ke depannya,” jelasnya.
Ipuk mengungkapkan, hasil dari upaya tersebut menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Banyuwangi terus mengalami penurunan setiap tahun dan kini berada di angka 6,13 persen.
Ia menyebut capaian tersebut sudah mendekati batas bawah atau “kerak” kemiskinan, sehingga ke depan diperlukan kerja lebih keras untuk menurunkannya lebih lanjut.
Baca Juga: Susuri Jalur Darat Surabaya-Banyuwangi, Menhub Pastikan Kesiapan Nataru di Jatim
“Kalau sudah di angka itu, artinya kita harus bekerja lebih keras lagi karena yang tersisa adalah kelompok yang lebih sulit dientaskan,” katanya.
Selain itu, Pemkab Banyuwangi juga memberikan perhatian khusus pada kemiskinan ekstrem, terutama bagi masyarakat yang sudah tidak produktif, seperti lansia sebatang kara. Untuk kelompok ini, pemerintah menghadirkan program “Rantang Kasih” yang menyediakan bantuan makanan, serta layanan kesehatan gratis.
“Untuk masyarakat yang tidak produktif lagi, kita hadir dengan bantuan makanan dan layanan kesehatan. Jadi kebutuhan dasar mereka bisa terpenuhi,” tambah Ipuk.
Dengan berbagai program tersebut, Ipuk optimistis angka kemiskinan di Banyuwangi akan terus menurun secara berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Reporter : Rovallgio

