Friday, April 17, 2026

Gen Z di Korsel Mulai Tinggalkan Budaya Minum Sampai Pagi, Ini Penyebabnya

Gen Z di Korsel Mulai Tinggalkan Budaya Minum Sampai Pagi, Ini Penyebabnya

Jakarta, Nawacita | Budaya hoesik, tradisi makan malam dan minum bersama setelah jam kerja di Korea Selatan (Korsel) yang dulu dianggap bagian penting dari dunia kerja, kini mulai ditinggalkan oleh generasi muda.

Gen Z Korea semakin banyak yang menolak ajakan minum sampai larut malam itu. Menurut salah satu pekerja kantoran bernama Hwang Sang-pyo, dulu bisa yang menghabiskan waktu hingga pukul 02.00 hingga 03.00.

“Sekarang kalau sudah jam 11 malam atau tengah malam, orang-orang merasa sudah waktunya pulang. Minum sampai pagi sudah tidak lazim lagi,” katanya dilansir dari The Straits Times, Jumat (17/4/2026).

Pekerja lainnya, Kim, menilai perubahan ini dipicu pandemi Covid-19.

“Setelah Covid-19, budaya itu berubah. Saat ada pembatasan jam malam, orang jadi terbiasa pulang lebih awal,” kata Kim.

Baca Juga: Angka Kelahiran di Korsel Meningkat Pertama Kalinya dalam 9 Tahun

Bagi sebagian anak muda, kebiasaan minum berlebihan bahkan bukan bagian dari pengalaman sosial mereka. Choi Seung-yeon mengaku tidak mengonsumsi alkohol sama sekali.

“Saya tidak pernah merasakan minum sampai larut bersama teman. Kalau berkumpul, biasanya kami ke kafe,” ujar Choi.

Data dari Korea Disease Control and Prevention Agency menunjukkan tingkat konsumsi alkohol berlebihan bulanan turun menjadi 33,8% pada 2025, setelah sempat meningkat pada 2023. Penurunan terjadi di seluruh wilayah, dengan angka tertinggi di Ulsan (39,2%) dan terendah di Sejong (28,2%).

Tren itu kentara pada kelompok usia 20-an. Di Sejong, misalnya, tingkat konsumsi alkohol bulanan turun dari 68,3% menjadi 50,5%. Survei juga mencatat 56% anak muda usia 20-an jarang atau tidak minum alkohol, lebih tinggi dibanding kelompok usia lainnya.

Profesor sosiologi Hanyang University, Kim Sang-hag, menyebut pandemi berperan besar dalam perubahan ini.

“Mereka melewatkan tradisi minum bersama saat awal kuliah, sehingga tidak membentuk kebiasaan seperti generasi sebelumnya,” kata Kim Sang-hag. dtk

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim

Terbaru