Tuesday, March 17, 2026

Trump Klaim AS Bisa Buka Selat Hormuz Tanpa Bantuan Negara Lain

Trump Klaim AS Bisa Buka Selat Hormuz Tanpa Bantuan Negara Lain

Washington, Nawacita | Presiden AS Donald Trump mengatakan Amerika Serikat (AS) tidak membutuhkan bantuan negara lain dalam upaya membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran internasional. Menurutnya, AS adalah negara terkuat di dunia.

“Saya tak mendesak mereka, karena sikap saya adalah, kami tidak membutuhkan siapa pun. Kami adalah negara terkuat di dunia. Kami memiliki militer terkuat di dunia. Kami tidak butuh mereka,” kata Trump, dikutip Selasa (17/3/2026), dari Sputnik/RIA Novosti.

Ia menambahkan, dalam beberapa kasus ia meminta bantuan bukan karena kebutuhan, melainkan untuk mengetahui bagaimana reaksi negara-negara tersebut. Trump juga mengeklaim sejumlah negara telah menyampaikan kesiapan untuk membantu AS membuka Selat Hormuz.

- Advertisement -

“Beberapa sangat antusias, tetapi beberapa lainnya tidak,” ujarnya.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil. Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Baca Juga: Harga BBM Melonjak, 48 Persen Warga AS Salahkan Trump

Eskalasi tersebut memicu penghentian de facto lalu lintas di Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global. Gangguan itu juga berdampak pada ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi mengatakan Jepang akan bekerja sama dengan AS dan negara lain untuk memastikan navigasi yang aman di Selat Hormuz. Hal itu disampaikan Motegi dalam pembicaraan melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Senin (16/3), dikutip dari Kyodo.

Pembicaraan tersebut dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump mendesak negara-negara lewat media sosial untuk mengirim kapal perang guna menjaga keamanan Selat Hormuz. Tetapi permintaan itu tidak disampaikan dalam pembicaraan kedua menteri, kata sumber kementerian.

Rubio menjelaskan kepada Motegi mengenai sikap dan upaya AS terkait konflik tersebut, dan keduanya sepakat menjaga komunikasi erat mengenai situasi di Timur Tengah, menurut kementerian. Keduanya juga menegaskan akan bekerja sama menjelang pertemuan Trump dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Washington, yang diperkirakan berlangsung pada Kamis.

Baca Juga: Iran Bersedia Hentikan Perang Jika 3 Syarat Ini Dipenuhi oleh Trump, Apa Saja?

Perang yang memasuki pekan ketiga membuat Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur sempit yang dilalui sekitar 20 persen minyak dan gas alam cair dunia, sebagai respons atas serangan AS dan Israel sejak akhir bulan lalu.

Lebih dari 90 persen impor minyak mentah Jepang berasal dari Timur Tengah, yang sebagian besar melewati selat tersebut.

Bagi Jepang, pengiriman aset dan personel Pasukan Bela Diri (SDF) ke wilayah luar negeri yang berpotensi terlibat dalam pertempuran menjadi isu sensitif karena konstitusinya melarang perang. Tokyo bisa memerintahkan kapal SDF mengawal kapal yang terkait dengan Jepang dalam operasi keamanan maritim yang mengizinkan penggunaan senjata secara terbatas.

Motegi juga berbicara melalui telepon secara terpisah dengan para mitranya, yaitu Pangeran Faisal bin Farhan Al-Saud dari Arab Saudi dan Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan dari Uni Emirat Arab, untuk menegaskan kerja sama untuk meredakan situasi.

Mereka juga membahas upaya memastikan pasokan minyak mentah yang stabil dan keselamatan warga Jepang di kawasan tersebut, menurut kementerian. antr

RELATED ARTICLES
bank jatim
- Advertisment -

Terbaru